» » Di duga Depresi, Gantung Diri

Di duga Depresi, Gantung Diri

Penulis By on Selasa, 24 September 2013 | No comments


P,Bun. (lkbkalimantan.com) - Pagi itu desa Kapitan Kecamatan Kumai Kabupaten Kobar, dihebohkan dengan penemuan laki-laki paruh baya yang tewas gantung diri di dahan pohon dibelakang kantor pelayaran KM. Kali Bodri.
Laki-laki yang diketahui bernama Panudi (40) yang bekerja di KM.Kali Bodri sebagai Staf pertama kali ditemukan rekan kerjanya yang bernama Rahmadi sekitar pukul 08.00 WIB dengan kondisi sudah tewas mengenaskan dan posisi tergantung tanpa menggunakan sehelai benangpun, sontak Rahmadi berlari meminta tolong rekan-rekannya yang lain dan warga sekitar tidak berapa lama berdatangan, polsek Kumai yang datang langsung ke TKP segera memasang Garis Polisi dan menurunkan korban, saat itu juga korban dibawa keruang jenazah RSUD Imanuddin.
Dari informasi yang berhasil dihimpun beritalima selasa (24/9) dilokasi kejadian korban Panudi yang baru datang ke Pangkalan Bun sejak 3 hari yang lalu, diduga mengalami depresi, namun terkait depresi akibat persoalan apa belum diketahui secara pasti.
Sementara itu rekan kerja Korban yang menemukan pertama kali mayat Panudi kepada beritalima.com mengungkapkan korban sebelumnya atau tepatnya tadi malam senin (23/3) telah mencoba melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan menyayat tangannya menggunakan benda tajam, namun aksi nekat korban dapat dicegah rekan-rekannya, namun karena tuntutan pekerjaan mereka tidak mungkin menjaga korban, saat kapal datang rekan-rekan korban mulai bekerja, namun pada pagi harinya Panudi sudah ditemukan tewas menggenaskan dengan posisi tergantung dengan menggunakan tali jemuran dan tanpa sehelai benangpun.

"Tadi malam korban sudah mencoba melakukan aksi nekat dengan menyayat tangannya menggunakan benda tajam, namun dapat kami cegah setelah itu karena kapal datang kami bekerja seperti biasa mas, baru pagi harinya sekitar jam 8 kami sampai kantor kok sepi setelah kami cari korban sudah meninggal dengan posisi tergantung mas, kelihatannya korban depresi berat tapi terkait persoalan apa kami tidak tahu mas,ungkapnya.(Ric/hermin.bl.borneo)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya