» » » » Orang Taqwa,Sedikit Tidurnya

Orang Taqwa,Sedikit Tidurnya

Penulis By on Senin, 09 Desember 2013 | No comments

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman ( surga ) dan mata air.Mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu ( didunia ) adalah orang-orang yang berbuat baik.Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan kepada Allah“ (Zariyat 15-18).
                Diantara ciri orang bertaqwa “Setiap kali mereka ingin tidur dan berbaring, rindu berduaan dengan Allah swt., melarang mereka tidur“. Begitulah Allah menyifati mereka dengan firman-Nya "Lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka dan mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap, dan mereka menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka“ ( As.Sajdah 16 ). Diriwayatkan, bahwa Rasulullah saw bila di siang hari disebut Qiyamullail – Tahajjud – Salat Malam, kedua bola  mata beliau berkaca-kaca saking rindunya seraya mulut beliau langsung menyebut ayat 16  Sajadah tersebut. Rasulullah saw bersabda “Ketahuilah bahwa mukmin yang paling mulia adalah yang paling bisa memaanfaatkan sebagian malam harinya untuk melakukan Qiyamul Lail“. Zamaakashari  berpendapat “Kehormatan seorang mukmin adalah berdirinya di malam hari“. Rasulullah saw menerangkan “Ketika Allah mengumpulkan manusia pertama sampai terakhir, akan datang seorang penyeru yang menyeru dengan suara yang dapat didengar segala khalayak.‘ Seluruh yang berkumpul hari ini akan mengetahui siapa yang paling pantas mendapat kemuliaan’.Kemudian penyeru itu kembali berseru ‘Berdirilah wahai orang-orang yang dahulu. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya‘ Ternyata jumlah mereka sedikit sekali.
                Allah swt berfirman dalam hadis Qudsi “Rahmat Tuhan turun pada 1/3 malam terakhir. Orang-orang yang lebih mementingkaan tidur nyenyak dari pada beribadah kepada-Ku, maka pengakuan cintanya kepada-Ku adalah omong kosong belaka. Bukankah setiap orang yang saling bercinta kasih, selalu mencari waktu sunyi untuk berbisik dengan kekasihnya ? Aku sangat senang melihat kekasih-Ku yang membayangkan kehadiran-Ku dihadapannya, bicara dari hati kehati dengan-Ku.Orang-orang seperti itu akan Ku tempatkan di dalam surga“ ( Majalah Hidayatullah Edisi 12/THV/April 1993 ). Maka dari itu ujar Abu Al-Ahwash, “ Ulama-ulama zaman dahuku, banyak beramal, sedikit bicara. Banyak belajar. Mereka hidupkan malam-malamnya dengan sedikit tidur.”.  Masih kata Abu Al Ahwash “Ketika berkeliling rumah atau melewati masjid pada malam hari, aku selalu mendengar suara gemuruh bagaikan suara lebah.Ternyata, itu adalah suara zikir para ulama dan salaf saleh. Mereka tidak pernah tidur malam, kecuali sangat sedikit. Berbeda dengan para ulama zaman sekarang yang selalu terlelap di atas kasurnya yang empuk“.
                Imam Al Hasan Al Basri bertutur “Generasi muslim pertama meyakini bahwa Al Quran merupakan perintah Allah. Mereka merenungkannya sepanjang malam dan mengamalkannya sepanjang hari., Sedangkan saat ini, Anda hanya memperhatikan bacaan dan huruf-hurufnya tanpa memperhatikan dan mengamalkannya“. Rasulullah saw mengabarkan “Pada hari kiamat, Quran akan memberikan syafaat bagi orang-orang yang membacanya. Sebab, mereka rela meninggalkan nyenyaknya tidur di malam hari dan menggantinya dengan membaca Al Quran“
                Dari Mufadhadhal menyebutkan “Aku mendengar penghulu Imam Ja’far Ash Shadiq Ra  telah menceritakan kisah tentang Musa bin Imran as ketika bermunajat kepada Allah, maka saat itu Allah berfirman kepadanya , ‘ Wahai putra Imran, sesungguhnya seorang hamba yang mencintai-Ku apabila malam ia tidak tidur ( untuk salat malam ) karena-Ku. Bukankah setiap pencinta itu senang berkhalwat ( bersunyi-sunyi ) dengan yang dicintainya“. Ibunda Nabi Sulaiman AS memberi nasehat kepada anaknya “Wahai anakku, janganlah engkau banyak tidur di waktu malam. Sebab banyak tidur di waktu malam akan menjadikan seseorang fakir di hari kiamat. Wahai anakku, barangsiapa yang menghendaki Allah, maka hendaklah ia tidak tidur, sebab orang yang tidur malam akan menyesal di siang harinya“. Tsaur bin Yazid berkata “Saya membaca pada kitab dahulu, bahwa Nabi Isa as berkata kepada manusia ‘ Perbanyaklah berbicara pada Allah ,kurangilah berbicara pada manusia“. Orang bertanya “Wahai Rasulullah, bagaimana kami berbicara pada Allah ?’. Isa as menjawab “Bersunyi dirilah dalam munajat pada Allah dan bersunyi dirilah dalam berdoa pada Allah di malam hari“. Dalam kesempatan lain Nabi Isa as berkata “Dengan benar aku berkata kepada kalian, berbahagialah orang-orang yang menghabiskan malam harinya dalam beribadah. Merekalah yang mewarisi cahaya abadi karena terjaga dikegelapan malam di atas kaki-kaki mereka ditempat – tempat ibadah. Mereka merendahkan diri di hadapan Tuhan mereka seraya berharap agar Dia menyelamatkan mereka dari siksa hari akhir“. Dan Allah swt berfirman kepada Nabi  Daud as “Orang yang mengatakan cinta kepada-Ku tetapi selalu terlelap dalam tidurnya dan tidak perrnah salat malam, adalah pembohong besar“.
                Ibnu Mas’ud Ra menyebutkan “Tertulis dalam Taurat Allah menjanjikan sesuatu kepada orang-orang yang menyempatkan beribadah malam, berupa sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah terlintas di hati siapapun, bahkan malaikat pun tidak mengetahui, tidak juga para Nabi yang di utus. Kemudian kami membaca ayat Al Quran. Tidak seorang pun yang mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka ( berbagai kenikmatan ) yang menyejukkan pandangan mata sebagai imbalan perbuatan mereka“ ( AS-Sajdah (32) : 17 ). ( HR.Al Hakim ). Salah satu nasehat dalam taurat “ Barangsiapa ingin di kuburnya nanti mendapat kenyamanan, maka hendaknya ia mau bangun tengah malam untuk melakukan salat sunnah meskipun hannya satu rekaat“. Dharar bin Dhamrah Al Kanani bercerita tentang Ali bin Abi Thalib, kepada Muawiyah bin Abi Sufyan “Ia menjauhi dunia beserta gemerlapnya. Ia merindukan malam dan kegelapannya“.

                Pada saat malaikat pencabut nyawa turun ke bumi untuk mencabut nyawa Maryam yang kala itu sedang berada di mihrabnya, ia berkata “Salam sejahtera atasmu wahai Maryam yang selalu berpuasa dan menghidupkan malam“.Wallahualam.***(Oleh : Ustadz H.Uti Konsen U.M.)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya