“Hai orang yang berselimut ( Muhammad ). Bangunlah ( untuk melaksanakan salat) di malam hari, kecuali sedikit ( darinya ), ( yaitu ) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan – lahan“ ( Al Muzammil (73 ) : 1-4 ).
Dari Abu Abdurrahman As-Salma, ia berkata “Ketika turun ayat tersebut di atas, Rasulullah saw beserta para sahabat mengerjakan Qiyamul Lail selama satu tahun sampai kaki mereka membengkak. Allah menahan akhir surat ini di langit selama dua belas bulan. Kemudian Allah menurunkan keringanan di akhir surat ini. “Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa mengendaki, niscaya dia menempuh jalan ( yang menyampaikannya ) kepada Rabbnya“ (Al Muzammil (73 ) 19). Sejak saat itu, Qiyamul Lail menjadi ibadah tathawwu’ setelah sempat menjadi wajib. (Hr. Muslim).Namun bagi Rasulullah saw., beliau menjadikan tahajjud itu sebagai satu kewajiban bagi dirinya ,walaupun seluruh dosanya sudah diampuni oleh Allah swt.
Dari Abdullah bin Salam ia berkata. “Tatkala Rasulullah saw tiba di Madinah, orang-orang bergegas mendatanginya. Saat aku melihat dengan jelas wajah beliau, aku pun tahu bahwa wajah beliau bukanlah wajah pendusta. Hal pertama kali yang aku dengar dari beliau adalah sabdanya, ‘Wahai manusia !. Sebarkan salam, berilah makan, sambunglah tali kekerabatan, dan salatlah diwaktu malam saat orang-orang tidur niscaya kalian masuk surga dengan selamat“ ( HR.Ahmad, At-Tirmizi dan Al Hakim ). Terkait kesan dan ungkapan dari Abdullah bin Salam ini,mengenai sinar wajah Rasulullah saw., Ustman bin Affan RA berkata “Tidak seorang pun bisa menyembunyikan suatu rahasia ,karena Allah akan menampakkan semua itu melalui roman muka dan ucapannya“.
Saking utamanya dan mulianya salat Tahajjud, Allah swt mencantumkannya dalam beberapa surah dalam Al Quran, antara lain dalam surah Azd Zariyah (16)-2 ; Al Furqan 3 ; Ali Imran ; Al Isra’ 79 ‘ ; As Sajdah 16-17.
Dalam surah Al Isra’ 79 Allah swt berfirman “Pada sebagian malam hari laksanakanlah salat tahajjud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah – mudahan Rabbmu mengangkatmu ketempat yang terpuji“ . Kedudukan terpuji itu tentu bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kelancaran dakwah Islamyiah. Keutamaan lain penggemar Tahajjud,adalah Allah akan meberikan “cinderamata“ yang sangat menarik di hari kemudiaan, berupa hadiah yang teramat sangat menyenangkan ( qurrata a’yun ). Simak antara lain dalam Sajdah 16-17. Selain itu dalam kehidupan dunia ini ia akan memiliki qaulan tsaqila, ucapan yang berat atau berwibawa. Ini sangat penting dimiliki oleh seorang muballigh, pemimpin umat, agar materi-materi yang disampaikan menyentuh masyarakat ,karena diantar dengan geteran-getaran kewibawaan. Dalam surah al Isra’ 80 Allah SWT berfirman “Masukanlah aku dengan cara yang baik, keluarkanlah aku dengan cara yang baik. Dan berikanlah dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong“. Terkait kekuasaan yang diridhai Allah, Nabi saw pernah memohon , “Ya Allah, berikan kepadaku kekuasaan itu, kekuasaan yang langsung datang dari Engkau. Karena perintah-perintah Engkau tidak dapat berjalan lancar dalam masyarakat manusia kalau kekuasaan itu tidak ada padaku“. Salah satu contoh. Satu waktu Da’tsur akan mencelakakan Nabi saw. Kala itu Nabi saw sedang tidur dibawah pohon. Da’tsur mengambil pedang yang terletak didekat Nabi saw.sambil berkata “Siapa yang akan menolong engkau, wahai Muhammad dari tebasan pedang yang akan kuhunjamkan kepadamu ini ?“. Nabi saw sepontan menjawab “Allah“. Dengan kata-kata itu, pedang pun jatuh dari tangan Da’tsur. Itu adalah pengaruh getaran kewibawaan yang dimiliki Nabi saw yang membuat Da’tsur tidak berdaya.
Allahuyarham Abdullah Said, Pemimpin ponpes Hidayatullah Balikpapan menganalogikan bahwa salat lail dengan baik sama dengan menghadap Allah SWT di “kantor‘-Nya.Artinya diterima secara khusus. Kita dapat berdialog dengan enak, mengajukan dan mengadukan segala problem, karena seolah-olah cuma berduaan dengan Tuhan. Apalagi kalau doanya diiringi dengan cucuran air mata yang menandakan sikap kesungguhan. Akan muncul keyakinan bahwa Tuhan akan mengabulkannya. Keheningan malam juga kondusif untuk melahirkan kekhusyu’an. Beda dengan salat fardhu yang rawan dengan gangguan, terutama Zuhur dan Ashar. Akibatnya kita sulit berdoa dengan khusyu’ “Sesungguhnya pada siang hari kamu mempunyai urusan yang banyak“ ( Al Muzammil 7 ). Seorang ahli ibadah dari Yaman mengatakan “Kebahagiaan dan kenikmatan seorang mukmin adalah ketika menyendiri untuk bermunajat kepada Rabbnya“ ( Istinsyaq Nasim Al-Unsi karya Ibnu Rajab ).“ Ketika Anda bangun di keheningan malam untuk mengerjakan salat tahajjud, maka berkah dari surga pun turun untuk Anda. Para malaikat turun untuk mendengarkan lantunan Al Quran yang Anda baca, semua makhluk yang ada di atmosfer ini akan mendengarkan bacaan Anda, dan ketika Anda telah menyelesaikan salat serta duduk untuk berdoa, maka para malaikat mengelilingi dan mengamini doa Anda“ , kilah Maulana Muhammad Imran dalam bukunya Menggapai Cinta Ilahi Dengan Tahajjud.
Salat tahajjud merupakan anugerah yang amat besar, karena ia bisa menjadi sebab terampuninya dosa-dosa, mengangkat derajat kemanusiaan dan meningkatkan vitalitas tubuh. Itu sebabnya mengapa Rasulullah saw seringkali menyebut salat sebagai ‘penyejuk mata‘ dan beliau habiskan sebagian besar malamnya untuk bersimpuh di hadapan Ilahi . Jika pasar orang awam terjadi di siang hari, maka pasar orang saleh adalah di malam hari.Malam hari bagi mereka merupakan saat yang amat mengasyikkan, menyenangkan bahkan ‘memabukkan‘ karena di malam harilah – di saat saat manusia yang lain tenggelam dan hanyut dalam tidur mereka‘ saluran komunikasi dengan Tuhan sedang ‘lengang‘ sehingga segala keluhan, rintihan dan munajat yang lain bisa langsung ‘ connect ‘ dengan Tuhan, Allah swt. Di malam harilah, waktu yang amat tepat untuk ‘berdua duaan‘ , bermesaraan dan bercengkrama dengan Tuhan.
Rasulullah saw memberitahu kita bahwa Allah memanggil kita di setiap malam agar bermunajat dan berdiri di hadapan-Nya. Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda “Rabb kita ( Allah ) Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun di setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, ‘Barangsiapa berdoa kepada-Ku, pasti Aku kabulkan.Barangsiapa meminta kepada-Ku, pasti Aku penuhi. Barangsiapa memohon ampun kepada-Ku pasti Aku ampuni“ ( HR. Bukhari dan Muslim ).
Dari berbagai pengalaman Al Muttahhajjid, ahli Tahajjud, antara lain “Minimal ketika bangun pagi ,perasaan menjadi segar. Semua nampak indah, alam terasa bersahabat, istri nampak lebih cantik daripada hari-hari sebelumnya, anak-anak nampak lebih lucu dan menggembirakan. Ini berarti ada “sesuatu“ yang diperoleh dalam salat lail“.Wallahualam.***(Oleh : Ustadz H.Uti Konsen U.M).

