Wakil Gubernur Jatim , Syaifullah Yusuf mengajak 300 anggota Forum Perkebunan Jatim untuk menjadi tim sukses pembangunan di Jatim.
Ajakan itu disampaikan saat Konsolidasi dan Halal Bihalal dengan Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia ( Gapperindo) Jatim di Utami Hotel, Jl. Juanda Sidoarjo, Selasa ( 10 /9).
Dikatakan, kalau anggota Forum Perkebunan Jatim atau Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia Cabang Jatim yang memiliki anggota sekitar 300 orang merupakan peluang emas dan bagus untuk dijadikan tim sukses pembangunan di Jatim. Hal ini dikarenakan, orang sebanyak itu kalau diajak bersama- sama untuk menangani dan menyelesaikan pembangunan di Jatim hasilnya akan lebih baik dan cepat selesai.
Sebab, tambahnya, sampai saat ini masih banyak hal yang belum sempat tertangani atau terselesaikan. Untuk itu, dengan adanya pertemuan forum petani perkebunan Jatim, maka sebagian masalah akan terselesaikan. Karena, forum petani perkebunan anggotanya sangat majemuk yang terdiri dari petani tebu, kakao, kopi, mente, kelapa dan kapas serta petani cengkeh dan petani tembakau.
Oleh karena itu, lanjut Gus Ipul, pertemuan atau silahturahmi ini dapat digunakan untuk koordinasi dan konsolidasi dalam menganai segala macam permasalahan yang ada di tebu, kopi atau cengkeh dan tembakau. Dia mencontohkan, masalah rendemen tebu yang selama ini selalu mencuat yaitu rendemennya rendah. Pertemuan ini sabngat tepat untuk mencarikan solusi secara bersama- sama letak kekurangan atau akar permasalahannya. Kalau masalah rendemen, langkah pertama yang harus ditangani adalah kecocokan lahan untuk tebu; kedua harus menggunakan bibit tebu yang unggul secara keseluruhan ( mulai dari batang harus besar, tinggi serta kuat dengan cuaca) tidak mudah roboh serta usia/umur tebu harus pasti.
Begitu juga dengan tembakau, tidak benar kalau ada isue bahwa tanaman tembakau dikurangi. Sebab, sampai kapanpun yang namanya tembakau masih terus dibutuhkan, selama pabrik rokok masih produksi. Tahun 2012, pabrik rokok masih memproduksi sebanyak 260 miliar batang rokok, dengan menghabiskan tembakau sebanyak 250 ton. Sedangkan, tahun ini kita akan memproduksi rokok sebanyak 360 miliar batang rokok. Berarti, tembakau masih banyak dibutuhkan, "Jadi jangan gusar atau ragu bila ada isue ada pengurangan tanaman tembakau," jelas Gus Ipul.
Kopi, mente, kakao dan kelapa serta yang lainnya sudah tidak ada masalah. Sebab, hasil perkebunan tersebut pemasarannya sudah bagus, bahkan hasil nya telah diekspor ke luar negeri melebihi dari hasil produksi yang ada di Jatim. Sebagai contoh produksi Kopi Jatim dalam setahun sebanyak 60 ribu ton, tetapi eksport kopi Jatim bisa mencapai 85 ribu ton kopi. " Berarti ada kelebihan sebanyak 25 ribu ton kopi, dan kopi- kopi tersebut datang dari Palembang dan Bali. Karena, Palembang dan bali ingin kopinya bisa keluar melalui Jawa Timur," tegasnya.
Kepala Dinas Perkebunan Jatim Ir. Syamsul Arifin mengatakan, sepanjang wilayah Jatim bagian Selatan sudah dikembang tanaman kakao dan kopi. Semua itu dilakukan Pemprov Jatim tetap eksis dan menjadi gudangnya hasil perkebunan di Indonesia. " Jadi, tidak hanya gula, kopi dan kakau saja melainkan juga tembakau, mente dan kelapa serta cengkeh," tambahnya.
Di Jatim, kopi dan kakau yang telah dikembangkan atau ditanaman mulai dari Pacitan sampai Banyuwangi seluas 27 Ha dan semua adalah perkebunan rakyat. Sedang untuk mente, lebih bagus bila ditanaman di wilayah Madura, jadi untuk semua wilayah pantai utara sangat cocok untuk pengmbangan tanaman jambu mente. Mente yang ada di Madura saat ini adalah rata- rata berumur 30 - 40 tahun, untuk itu kualitas produksinya sangat bagus dan mente dari Madura adalah paling baik se Indonesia. Mente yang dihasilkan setiap tahunnya tidak kurang dari 3 - 4 ribu ton mente.
Luas tanaman perkebunan mulai dari tebu, kakau, kelapa, kopi, kapas, cengkeh dan tembakau serta mete yang ada di Jatim saat ini sekitar 2,10 juta Ha, jumlah tersebut ada sekitar satu juta Ha perkebunan rakyat dan seluas 45 ribu Ha adalah perkebunan milik swasta.
Hadir dalam acara yakni Direktur PTP XI dan XII serta Kepala Dinas Perkebunan Kab/ Kota se jatim serta Gapperrindo se Jatim. ( Humas pemprov. Jatim/ dilla, Imam)
Ajakan itu disampaikan saat Konsolidasi dan Halal Bihalal dengan Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia ( Gapperindo) Jatim di Utami Hotel, Jl. Juanda Sidoarjo, Selasa ( 10 /9).
Dikatakan, kalau anggota Forum Perkebunan Jatim atau Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia Cabang Jatim yang memiliki anggota sekitar 300 orang merupakan peluang emas dan bagus untuk dijadikan tim sukses pembangunan di Jatim. Hal ini dikarenakan, orang sebanyak itu kalau diajak bersama- sama untuk menangani dan menyelesaikan pembangunan di Jatim hasilnya akan lebih baik dan cepat selesai.
Sebab, tambahnya, sampai saat ini masih banyak hal yang belum sempat tertangani atau terselesaikan. Untuk itu, dengan adanya pertemuan forum petani perkebunan Jatim, maka sebagian masalah akan terselesaikan. Karena, forum petani perkebunan anggotanya sangat majemuk yang terdiri dari petani tebu, kakao, kopi, mente, kelapa dan kapas serta petani cengkeh dan petani tembakau.
Oleh karena itu, lanjut Gus Ipul, pertemuan atau silahturahmi ini dapat digunakan untuk koordinasi dan konsolidasi dalam menganai segala macam permasalahan yang ada di tebu, kopi atau cengkeh dan tembakau. Dia mencontohkan, masalah rendemen tebu yang selama ini selalu mencuat yaitu rendemennya rendah. Pertemuan ini sabngat tepat untuk mencarikan solusi secara bersama- sama letak kekurangan atau akar permasalahannya. Kalau masalah rendemen, langkah pertama yang harus ditangani adalah kecocokan lahan untuk tebu; kedua harus menggunakan bibit tebu yang unggul secara keseluruhan ( mulai dari batang harus besar, tinggi serta kuat dengan cuaca) tidak mudah roboh serta usia/umur tebu harus pasti.
Begitu juga dengan tembakau, tidak benar kalau ada isue bahwa tanaman tembakau dikurangi. Sebab, sampai kapanpun yang namanya tembakau masih terus dibutuhkan, selama pabrik rokok masih produksi. Tahun 2012, pabrik rokok masih memproduksi sebanyak 260 miliar batang rokok, dengan menghabiskan tembakau sebanyak 250 ton. Sedangkan, tahun ini kita akan memproduksi rokok sebanyak 360 miliar batang rokok. Berarti, tembakau masih banyak dibutuhkan, "Jadi jangan gusar atau ragu bila ada isue ada pengurangan tanaman tembakau," jelas Gus Ipul.
Kopi, mente, kakao dan kelapa serta yang lainnya sudah tidak ada masalah. Sebab, hasil perkebunan tersebut pemasarannya sudah bagus, bahkan hasil nya telah diekspor ke luar negeri melebihi dari hasil produksi yang ada di Jatim. Sebagai contoh produksi Kopi Jatim dalam setahun sebanyak 60 ribu ton, tetapi eksport kopi Jatim bisa mencapai 85 ribu ton kopi. " Berarti ada kelebihan sebanyak 25 ribu ton kopi, dan kopi- kopi tersebut datang dari Palembang dan Bali. Karena, Palembang dan bali ingin kopinya bisa keluar melalui Jawa Timur," tegasnya.
Kepala Dinas Perkebunan Jatim Ir. Syamsul Arifin mengatakan, sepanjang wilayah Jatim bagian Selatan sudah dikembang tanaman kakao dan kopi. Semua itu dilakukan Pemprov Jatim tetap eksis dan menjadi gudangnya hasil perkebunan di Indonesia. " Jadi, tidak hanya gula, kopi dan kakau saja melainkan juga tembakau, mente dan kelapa serta cengkeh," tambahnya.
Di Jatim, kopi dan kakau yang telah dikembangkan atau ditanaman mulai dari Pacitan sampai Banyuwangi seluas 27 Ha dan semua adalah perkebunan rakyat. Sedang untuk mente, lebih bagus bila ditanaman di wilayah Madura, jadi untuk semua wilayah pantai utara sangat cocok untuk pengmbangan tanaman jambu mente. Mente yang ada di Madura saat ini adalah rata- rata berumur 30 - 40 tahun, untuk itu kualitas produksinya sangat bagus dan mente dari Madura adalah paling baik se Indonesia. Mente yang dihasilkan setiap tahunnya tidak kurang dari 3 - 4 ribu ton mente.
Luas tanaman perkebunan mulai dari tebu, kakau, kelapa, kopi, kapas, cengkeh dan tembakau serta mete yang ada di Jatim saat ini sekitar 2,10 juta Ha, jumlah tersebut ada sekitar satu juta Ha perkebunan rakyat dan seluas 45 ribu Ha adalah perkebunan milik swasta.
Hadir dalam acara yakni Direktur PTP XI dan XII serta Kepala Dinas Perkebunan Kab/ Kota se jatim serta Gapperrindo se Jatim. ( Humas pemprov. Jatim/ dilla, Imam)
