
LKBKalimantan.com------Guna mengantisipasi tingginya angka korban kriminalitas di Masjid Nabawi, Daerah Kerja (Daker) Madinah memberdayakan petugas-petugas di semua sektor untuk memperkuat sektor khusus Masjid Nabawi.
"Kita perkuat sektor khusus Masjid Nabawi dengan petugas-petugas dari semua sektor yang sedang tidak bertugas melayani keberangkatan kloter," ujar Kepala Daker Madinah, Akhmad Jauhari, Jumat ,27 September 2013.
Menurut Jauhari, kepadatan jamaah di Masjid Nabawi saat ini perlu mendapatkan perhatian. "Petugas layanan kedatangan yang sudah tidak lagi bertugas, diminta membackup pengamanan di sekitar masjid nabawi," ucap Jauhari.
"Terlebih, saat ini sudah tidak ada lagi kedatangan jamaah ke Madinah. Di sektor-sektor hanya memberangkatkan jamaah," tambah Jauhari.
Akhmad Jauhari menambahkan bahwa kegiatan pemberangkatan jamaah itu dilakukan pada pagi hari (setelah Subuh) sekitar 10 atau 11 kloter, serta sore (setelah Ashar) sekitar 4 atau 5 kloter.
"Kami minta para Kasektor untuk menggerakkan petugas yang ada untuk salat Magrib dan Isya berjamaah di Masjid. Setelah itu, mereka standby di sekitar masjid untuk membantu mengarahkan jamaah yang kebingungan," tambahnya.
Jamaah Madinah Menyusut 62%
Memasuki hari kesepuluh, sudah 113 Kloter jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan dari Madinah ke Makkah. Dari data yang dikeluarkan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daker Madinah, jumlah kloter gelombang pertama yang masuk ke Madinah sebanyak 195 kloter. Artinya, jamaah yang berada di Madinah sudah susut 62 persen.
"Sudah susut 62 persen," ucap Sekretaris Daker Madinah Artanto, Jumat,27 September 2013, saat dihubungi MCH disela-sela kesibukannya membuat laporan.
Sementara itu, Kepala Daker Madinah Akhmad Jauhari saat menerima kedatangan kloter terakhir gelombang pertama di bandara AMAA mengatakan bahwa pemberangkatan terakhir jamaah ke Makkah tanggal 3 Oktober 2013.***(cw/mkd)
"Kita perkuat sektor khusus Masjid Nabawi dengan petugas-petugas dari semua sektor yang sedang tidak bertugas melayani keberangkatan kloter," ujar Kepala Daker Madinah, Akhmad Jauhari, Jumat ,27 September 2013.
Menurut Jauhari, kepadatan jamaah di Masjid Nabawi saat ini perlu mendapatkan perhatian. "Petugas layanan kedatangan yang sudah tidak lagi bertugas, diminta membackup pengamanan di sekitar masjid nabawi," ucap Jauhari.
"Terlebih, saat ini sudah tidak ada lagi kedatangan jamaah ke Madinah. Di sektor-sektor hanya memberangkatkan jamaah," tambah Jauhari.
Akhmad Jauhari menambahkan bahwa kegiatan pemberangkatan jamaah itu dilakukan pada pagi hari (setelah Subuh) sekitar 10 atau 11 kloter, serta sore (setelah Ashar) sekitar 4 atau 5 kloter.
"Kami minta para Kasektor untuk menggerakkan petugas yang ada untuk salat Magrib dan Isya berjamaah di Masjid. Setelah itu, mereka standby di sekitar masjid untuk membantu mengarahkan jamaah yang kebingungan," tambahnya.
Jamaah Madinah Menyusut 62%
Memasuki hari kesepuluh, sudah 113 Kloter jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan dari Madinah ke Makkah. Dari data yang dikeluarkan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daker Madinah, jumlah kloter gelombang pertama yang masuk ke Madinah sebanyak 195 kloter. Artinya, jamaah yang berada di Madinah sudah susut 62 persen.
"Sudah susut 62 persen," ucap Sekretaris Daker Madinah Artanto, Jumat,27 September 2013, saat dihubungi MCH disela-sela kesibukannya membuat laporan.
Sementara itu, Kepala Daker Madinah Akhmad Jauhari saat menerima kedatangan kloter terakhir gelombang pertama di bandara AMAA mengatakan bahwa pemberangkatan terakhir jamaah ke Makkah tanggal 3 Oktober 2013.***(cw/mkd)
