» » » » 14 Putra-Putri Indonesia Ikuti Konfrensi Pelajar ASEAN-Jepang

14 Putra-Putri Indonesia Ikuti Konfrensi Pelajar ASEAN-Jepang

Penulis By on Minggu, 22 Desember 2013 | No comments

JAKARTA-Indonesia mengirimkan 14 putra-putri terbaiknya untuk mengikuti program selama 10 hari di Jepang. Ke-14 anak bangsa ini telah mengikuti seleksi ketat untuk dapat mewakili Indonesia di Negeri Sakura.
Jenesys 2.0 adalah sebuah program lanjutan dari Jenesys (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths) yang dimulai pada pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tahun 2007 lalu. Dalam kunjungannya ke Asia Tenggara pada Januari 2013, Abe menyampaikan dimulainya impelementasi program pertukaran baru, Jenesys 2.0, yang ditujukan untuk 30.000 orang Jepang dan negara Asia, termasuk ASEAN. Program ini diluncurkan untuk memperkuat kemitraan antara Jepang dan ASEAN dalam perayaan 40 tahun persahabatan dan kerja sama antara Jepang dan ASEAN.
Sebuah konferensi bertajuk Konferensi Pelajar Japan-ASEAN (Japan-ASEAN Student Conference) merupakan salah satu bagian dari program Jenesys 2.0. Dalam konferensi ini, pemuda-pemudi dari negara-negara ASEAN diundang ke Jepang untuk berbagi dan mendalami beberapa isu yang dihadapi negara-negara partisipan. Diskusi topik dalam konferensi dibagi kedalam 5 isu berbeda, diantaranya, pendidikan, kewirausahaan, lingkungan dan kontribusi sosial perusahaan (corporate social contribution), kegiatan Kontribusi sosial pemuda yang didasari kesukarelaan (volunteerism), dan kultur tradisional.
Indonesia mengirimkan 14 putra-putri terbaiknya untuk mengikuti program selama 10 hari di Jepang. Ke-14 anak bangsa ini telah mengikuti seleksi ketat untuk dapat mewakili Indonesia di Negeri Sakura. “Rata-rata kita ini rekomendasi dari universitas ke Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olah Raga) lalu diajukan ke Jepang,” begitu kata Rizki Bagus Oka, Youth Leader Tim Indonesia.
"Kita semua dari Indonesia ada 4 laki-laki dan 10 perempuan. Dalam program ini kita dibagi jadi 5 grup berdasarkan tema. Di hari pertama kita perkenalan sama negara-negara lain, hari kedua kita ke prefektur masing-masing. Tema diskusinya itu dari sana," Oka menjelaskan.
Partisipan dari negara-negara ASEAN dibagi kedalam 5 kelompok multi-nasional menurut topik diskusi. Setiap kelompok mengunjungi satu prefektur di Jepang untuk mengikuti program, termasuk kunjungan ke institusi lokal yang terkait dengan topik diskusi dan mendapatkan pengalaman kultur tradisional lokal untuk memahami berbagai macam kultur, tradisi, dan cara hidup di Jepang, serta diikuti dengan program diskusi 4 hari 3 malam di Tokyo, Ibukota Jepang.
Dalam program ini, bukan hanya menerima dan memperlajari budaya Jepang tetapi partisipan juga memperoleh kesempatan untuk berbagi kebudayaan dari negeri masing-masing. Menurut Amal Tauhid, mahasiswa Universitas Gadjah Mada, itulah salah satu hal penting yang dapat dilakukan tim Indonesia. "Dari sini kita bisa belajar lebih tentang Jepang dan ASEAN. Kita bisa sharing tentang kebudayaan Indonesia, jadi orang bisa lebih mengenal kebudayaan Indonesia," kata pemuda asal Yogyakarta ini.
Jumat (13/12) lalu, diadakan acara santap siang bersama sekaligus diskusi informal antara para pendamping kepala negara/pemerintahan negara ASEAN dan para siswa siswi Jenesys 2.0. Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono yang bangga akan keterlibatan anak-anak bangsa dalam program ini menyempatkan untuk hadir, bahkan sempat mengobrol santai dengan mereka.
"Kalian sebagai generasi muda, tentu estafet kepemimpinan nanti di tangan kalian. Oleh karena itu Ibu senang sekali, belajarlah dengan baik, mencari ilmu dan pengetahuan, bertukar pikiran dengan teman-teman di sini," ujar Ibu Negara.
Menurut Ibu Ani, keikutsertaan ke-14 putra-putri bangsa ini merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk mereka. "Saya yakin banyak yang didapat dari sini ya. Tolong diserap, kemudian di-share di Indonesia. Pelihara juga hubungan dengan teman-teman yang ada di sini, barangkali suatu saat nanti pasti ada manfaatnya," pesan Ibu Ani.
Tak hanya Ibu Negara yang berharap pada generasi muda penerus bangsa ini, Oka dan teman-temannya juga memiliki harapan yang sangat besar dalam keikutsertaan mereka di Jenesys 2.0. "Kita bisa memperoleh ilmu atau hal positif yang kita bisa bawa ke Indoensia dan bisa kita kembangkan hal-hal tersebut ke daerah masing-masing, khususnya ke diri sendiri dulu dan kemajuan Indonesia," harap mahasiswa Universitas Negeri Riau ini.
Oka dan Amal, mewakili teman-temannya dari tim Indonesia mengaku sangat bangga dan senang bahwa Ibu Negara Ani Yudhoyono dapat hadir dan berdiskusi dengan mereka. "Ketemu dengan Ibu Ani Yudhoyono, kita semua bangga karena kita merasa Ibu Ani seperti menyempatkan diri untuk ketemu kita," ujar Amal.
"Ini pertama kali ketemu Ibu Ani bersama first lady lainnya. Ya senang karena kelihatan kan kalau kita memang dekat banget sesama negara ASEAN. Ibu Ani juga terlihat humble banget," komentar Oka.*** (fbw)


KETERANGAN GAMBAR : Ibu Ani bersama mahasisawa Indonesia peserta program Jenesys 2.0 di TKP Akasaka Twin Tower, Tokyo, Jepang, Jumat (13/12) siang.***(foto: laily/presidenri.go.id)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya