Ujar Ibnul Al Qayyim Al Jauziyyah dalam bukunya “Bercinta dengan Allah“ antara lain “Orang yang gigih menjaga kehormatannya pada raut wajahnya terdapat keindahan, dan pada hatinya terdapat ketentraman dan kesejukan. Dia dianugerahi kewibawaan, harga diri dan keindahan. Siapa saja yang duduk (berbincang) bersamanya, dia akan merasakan keteduhaan dan ketenangan“.Imam Ja’far Ash Shaddiq RA berkata “Salat tahajjud menjadikan wajah menawan, memperbagus akhlak, mengharumkan tubuh, menambah rezeki, melunasi hutang, menghilangkan kesedihan dan mempertajam pandangan“.
Abu Ustman Al Khurasani bertutur “Sesungguhnya salat malam itu dapat menguatkan badan, menyinari hati dan wajah, serta memberi kekuatan pada anggota badan“. “Selain menghapus dosa, tahajjud juga akan menyinari wajah seseorang disiang harinya dan menjadikannya semakin rupawan dan menghilangkan penyakit dari tubuh“ (Buku Munajat di Tengah Malam oleh Salamah Muhammad Abdul Kamal).
Dr.Aidh Al Qarni menulis antara lain “Qiyamul lail akan menciptakan kebahagiaan jiwa dan kedamaian di dalam dada yang memantul kewajah sehingga selalu ceria. Rasulullah SAW telah menyebutkan di dalam hadis bahwa yang bangun malam, ingat Allah, kemudian mengambil wudhu, dan melakukan salat, maka dia akan semakin enerjik dan jiwanya selalu tenang.”. Hal itu sebenarnya tidak aneh, sebab Umar bin Khattab RA meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda “Barang siapa salat malam, dan salat itu dilakukannya dengan baik maka Allah Ta’ala memuliakannya dengan 9 perkara, 5 di dunia dan 4 di akhirat “. Lima perkara di dunia itu adalah : 1. Allah memeliharanya dari bermacam – macam bencana. 2. Tampak bekas ketaatannya pada wajahnua.3. Dicintai oleh hati hamba-hamba-Nya yang saleh dan semua manusia. 4. Lidahnya berbicara dengan hikmah. 5. Ia dijadikan sebagai orang yang bijak, yakni dikaruniai kefahaman.”
Salah satu contoh. “Seorang santriwati di Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan, menurut pandangan umum, wajahnya dianggap jelek. Sampai – sampai ibunya menyampaikan bahwa kalau anaknya kawin,kawinlah semua wanita di dunia ini. Ibunya pun tidak yakin kalau putrinya ini bisa laku. Ternyata santriwati tersebut menikah dengan seorang pemuda yang cukup lumayan penampilannya. Ibunya pun heran. Dia berdecak kagum lalu sepontan komentar “Pintar betul orang pesantren membuat orang laku“. Allahu Yarham KH. Abdullah Said berusaha meluruskan. Itu bukan karena kepintaran orang pesantren, tapi karena pengaruh salat lail,. Di wajah santriwati itu ada secercah cahaya yang bersinar sehingga orang melihatnya cantik. Juga doa- doanya ketika salat lail makbul. Alhamdulillah suami iateri itu termasuk pasangan yang bahagia“ (Buku Mencetak Kader oleh Mashur Salbu).Terkait diatas, Ibnu Al Qayyim juga ada menulis antara lain “Kecantikan batin memperindah rupa lahir, walaupun ia tidak cantik. Dia memakaikan kecantikan, wibawa dan kenikmatan kepada pelakunya sesuai dengan yang didapatkannya oleh ruhnya dari sifat-sifat tersebut. Sesungguhnya seorang mukmin diberi kewibawaan dan kelezatan sesuai dengan kualitas imannya. Siapa yang melihatnya, ia akan segan kepadanya. Siapa yang bergaul dengannya, ia akan mencintainya. Ini adalah realitas yang dapat disaksikan dengan mata kepala. Sesungguhnya kamu melihat seorang lelaki saleh, berbuat baik, memiliki akhlak yang indah dari orang-orang yang paling indah rupanya sekalipun dia berkulit hitam dan tidak tampan. Lebih–lebih jika ia dianugerahi salat malam, karena ia akan menyinari wajah dan menjadikannya indah“.
Muhammad bin Shaleh Ali Ishaq dalam bukunya “Nikmatnya Qiyamul Lail“, antara lain menulis “Orang yang selalu salat malam akan lebih banyak memberikan manfaat kepada masyarakat. Allah akan mematrikan orang yang selalu bangun malam di hati banyak orang, sehingga orangpun akan mudah menerima eksistensinya di masyarakat,bahkan mengakui pengaruh, kehebatan, keagungan dan kemuliaannya. Hal seperti ini tidak mungkin diperoleh oleh orang-orang yang tidak bangun malam ketika ia bercengkerama dengan Allah di kegelapan malam, dia dicintai oleh Tuhannya dan Pelindungnya. Lalu Allah mematrikan cinta-Nya dalam hati manusia, sehingga dia mudah diterima di mana saja di hati semua orang.“.
Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa banyak melakukan salat di malam hari, maka wajahnya akan menjadi bagus di waktu siang “. Karena itu imam Al Hasan Al Basri berkata “Ahli Tahajjud memiliki wajah yang ,lebih bagus dari yang lain, sebab mereka itu menyepi bersama Allah, lalu Allah melimpahkan cahaya-Nya kepada mereka“.***(Ustadz H.Uti Konsen.UM/sulingketapang.blogsport.com)
>KETERANGAN GAMBAR : 1. Ustadz H.Uti Konsen.UM. 2. Jamaah Suling di masjid Al-Furqon. 3. Jamaah Suling Miftahul Jannah dan 4. Jamaah Suling silatyurahmi sambil sarapan pagi bersama Ustdz Mansyur.***(doc.sulingketapang)


.jpg)
