» » » » Lumpuh Tidak Menghalangi Een Sukaesih Mengabdi Sebagai Guru

Lumpuh Tidak Menghalangi Een Sukaesih Mengabdi Sebagai Guru

Penulis By on Kamis, 06 Februari 2014 | No comments

SUMEDANG-Een Sukaesih (50) seorang guru penderita rheumatoid arthritis yang tak pantang menyerah mengabdi untuk anak bangsa. Selama hampir 30 tahun, guru asal Sumedang, Jawa Barat ini mencurahkan kasih sayang dan kepeduliannya pada pendidikan bagi anak-anak. Menderita lumpuh total selama 26 tahun tak pernah menghilangkan semangat Een untuk mengajar.

“Ilmu saya hanya sedikit kalau untuk bidang studi, tapi saya hanya punya kasih sayang dan kepedulian dengan sesama. Itu saja modal saya,” kata guru kelahiran 10 Agustus 1963 ini.

Kata-kata tersebut menyentuh hati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono saat pertemuan pertama dengan Een di Istana Negara. Pada Juni 2013 lalu, Een mendapat kesempatan untuk bertemu SBY dan Ibu Ani serta mengikuti Tur Spesial Istura (Istana Untuk Rakyat). Saat itu, Een menyuarakan isi hatinya sebagai penggiat pendidikan yang mengharapkan murid-muridnya bisa terus melanjutkan pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi.

Tentunya pertemuan tersebut sangat berkesan bagi SBY dan Ibu Ani, sehingga pada rangkaian kunjungan kerja ke Jawa Barat, Senin (3/2) lalu Presiden dan Ibu Negara menyempatkan untuk berkunjung ke rumah Een yang terletak di Desa Cibereum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Percakapan hangat terjalin antara SBY, Ibu Ani, dan Een. Selain bertukar kabar, Een juga menceritakan kegiatan belajar mengajarnya saat ini.

Alhamdulillah kegiatan belajar mengajar sudah berjalan lebih lancar, apalagi anak-anak sudah diberi semangat baru. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah memberikan sumbangan dan bantuan kepada kami,” ujar Een yang masih berbaring diatas kasurnya.

Een adalah alumni IKIP Bandung, yang sekarang berganti nama menjadi Universitas Pendidikan Indonesia/UPI. Kelumpuhannya bukanlah penyakit bawaan yang diderita sejak lahir, namun sakit berkepanjangan yang diderita sejak umur 18 tahun, yang pada akhirnya membuat dirinya lumpuh dan hanya terbaring di tempat tidur.

Sakit yang dialaminya tidak mengurangi ketekunan Een untuk berbagi ilmu pengetahuan dan kasih sayang kepada anak-anak yang datang kerumahnya. Een manyampaikan bahwa sekarang cita-citanya menjadi guru telah tercapai dan bangga jika murid-muridnya dapat meraih kesuksesan. Sabar dan selalu bersyukur adalah salah satu kunci kehidupan Een Sukaesih yang ditularkan pada anak didiknya. Semangat Een Sukaesih ini perlu diteladani oleh generasi muda penerus bangsa.***(fbw)



Keterangan Gambar : Presiden SBY dan Ibu Ani saat mengunjungi Bu Guru Een Sukaesih di rumahnya, di Desa Cibereum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Sumedang, Jabar, Senin (3/2) siang lalu .***(foto: abror/presidenri.go.id)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya