» » Mendagri Tetapkan Erizal sebagai Penjabat Wali Kota Padang 

Mendagri Tetapkan Erizal sebagai Penjabat Wali Kota Padang 

Penulis By on Sabtu, 15 Februari 2014 | No comments

PADANG -- Teka-teki siapa yang akan menjadi penjabat (pj) Wali­ Kota Padang, terjawab sudah. Kepala Inspektorat Provinsi Sumatera Barat, Erizal, dipercaya memegang amanah itu hingga terpilih wali kota defenitif.
Dirjen Otda Kemendagri RI, Djohermansyah Djohan yang dihubungi terpisah tadi malam, membenarkannya. Mendagri menetapkan Kepala Inspektorat sebagai pj Wako Padang.
Sedangkan Sekretaris Provinsi Sumbar Ali Asmar, masih belum mau berkomentar. Menurutnya, pejabat Pemprov Sumbar saat ini sudah di Jakarta untuk menjemput surat penetapan tersebut. Dan rencananya hari ini Sabtu (15/2), pihaknya akan mengungkap nama penjabat wali kota itu.
Sementara itu, Walikota Padang Fauzi Bahar menyatakan kecewa pada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Pasalnya, Mendagri sudah menunjuk Asisten I Nasir Ahmad sebagai Sekko Padang sejak 2 Februari lalu. Namun sampai saat ini surat tersebut belum juga sampai di tangan Wali Kota Padang.
Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, kepada wartawan Jumat (14/2), usai melantik 4 pejabat eselon II dan 9 pejabat lainnya di lingkungan Pemko Padang menyebutkan, menurut Pemprov Sumbar, surat tersebut sudah diturunkan Mendagri ke BKN. Namun Pemprov belum menjem­put ke BKN. Alasannya, karena pejabat yang menjemput surat tersebut sedang cuti.
"Saya terus terang kecewa terhadap gubernur karena tidak bisa mengakomodir petugas Pemprov Sumbar untuk menjem­put surat penunjukan Sekko ke BKN. Kalau petugas tersebut cuti, kan bisa digantikan oleh petugas yang lain. Apa susahnya me­nugas­kan orang untuk menjem­put surat itu? Kalau begini, gubernur sepertinya menahan-nahan pelantikan Sekko Padang, padahal sebentar lagi jabatan saya akan habis. Kasih kesempatan dong kepada saya untuk melantik Sekko?," ungkap Fauzi.
Kekecewaan Fauzi Bahar bertambah  ketika dirinya sebagai walikota, bukan sebagai pribadi, mencoba menemui gubernur untuk menanyakan tentang surat itu, sekaligus pamit akhir jabatan, namun gubernur tak bisa ditemui karena waktu itu sedang rapat.
"Kalau tidak bisa hari itu, besoknya atau besoknya lagi pasti ada waktu luang. Saya meng­hadap gubernur tidak untuk kepentingan pribadi, namun untuk kepentingan Kota Padang. Sebab ada 4 kegiatan besar yang dilaksanakan di Padang dalam waktu dekat, yakni Pilkada Putaran II, Simulasi Tsunami Mentawai pada akhir Maret nanti, Pileg dan Pilpres pada bulan April. Kalau nanti jabatan wali kota Plt, Sekko jangan Plt pula, sebab akan sulit menga­dakan koordinasi dengan berbagai pihak kalau Plt. Oleh karena itu, saya ingin Sekko permanen. Namun surat tersebut belum juga turun ke Padang sampai hari ini," paparnya.
Fauzi Bahar menegaskan, Irwan Prayitno harusnya bersikap sebagai Gubernur Sumbar, bukan sebagai pribadi Irwan Prayitno atau kader PKS.
Ketika ditanya apakah perma­salahan tersebut adalah intrik PKS untuk mengusulkan calon Sekko dari PKS, karena salah satu calon Wali Kota Padang adalah kader PKS, Fauzi Bahar enggan berkomentar. Ia pun juga sedang mempertanyakan hal tersebut.
"Kalau isu itu benar, PKS jangan sesumbar. PKS belum tentu menang," pungkasnya.
Selanjutnya, Fauzi Bahar berharap agar permasalahan demikian tak terjadi di kabu­paten/kota lain.
(hln/irs/f:hln)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya