» » Presiden : “Kita harus secepatnya tiba di Riau betapapun sulitnya”

Presiden : “Kita harus secepatnya tiba di Riau betapapun sulitnya”

Penulis By on Senin, 17 Maret 2014 | No comments

RIAU-Keras hati dan tak pantang menyerah adalah sikap yang ditunjukkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tengah cuaca buruk yang membahayakan penerbangan Sabtu (15/3) lalu. Presiden sedianya terbang dari Semarang Jawa Tengah menuju Padang dan kemudian melanjutkan melalui perjalanan darat menuju Pekanbaru. Namun Ketika Pesawat sudah lepas landas meninggalkan Semarang, Laporan cuaca mengabarkan jarak pandang kurang dari 500 meter, hal ini sangat membahayakan keselamatan penerbangan. Menurut A Prasetyadi, Chief de Mission Garuda Indonesia, Tim pesawat kepresidenan Garuda Indonesia tidak akan memaksakan mendaratkan pesawat bila jarak pandang kurang dari 1000 meter. Hal itu Sesuai standar operasi Garuda Indonesia. A Prasetyadi mengisahkan “Setelah kami satu jam terbang diatas Jambi, cuaca di Pekanbaru memburuk, dan di Padang juga jelek. Tidak mungkin mendarat di kedua kota tersebut, Kemudian diputuskan oleh pak SBY ke Batam”

Presiden berencana menggunakan kapal ferry menuju Dumai dan akan melanjutkan melalui perjalanan darat menuju Pekanbaru Riau. Ia juga tak keberatan dengan rencana awal yang lebih berat lagi dari sekedar perjalanan darat Dumai – Pekanbaru, yaitu menempuh perjalanan darat 8 jam dari Padang menuju Pekanbaru, diselingi menginap semalam di Bangkinang. “Pokoknya kita harus tiba di Pekanbaru, apapun hambatannya, kalau nanti di Bangkinang tidak ada akomodasi, saya akan menginap di rumah salah satu warga disana” Ujar Presiden

Kuatnya tekad Presiden untuk secara langsung memimpin penyelesaian persoalan kabut asap di Riau dijawab oleh Sang pencipta yang maha mengatur. Tiba tiba cuaca membaik, Kabut tebal dampak kebakaran lahan di Riau seolah sirna ditiup angin. Laporan cuaca menyatakan jarak pandang menuju Pekanbaru berubah yang semula hanya 500 meter jauh membaik menjadi 1000 – 1500 meter. Presiden pun segera saja memerintahkan pesawat diberangkatkan menuju Pekanbaru. Dan Presiden beserta rombongan pun tiba dengan selamat di pangkalan TNIAU Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru sekitar 36 menit kemudian.

Segenap crew pesawat Garuda merasa lega, setelah sebelumnya tegang berada di udara dengan jarak pandang yang berbahaya bagi pendaratan. Mereka dibayangi pengalaman Polandia yang pernah crash di Smolensk Rusia ketika membawa Presidennya, hal tersebut terjadi karena pilot Polish Air Force TU 154 memaksakan diri mendarat di tengah cuaca buruk. Peristiwa yang terjadi pada 10 April 2010 itu menewaskan Presiden keempat Polandia Lech Kaczyn’ski.

Turut bersama Presiden SBY ke Pekanbaru Sabtu (15/3) lalu, Juru bicara Julian Aldrin Pasha, Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Kesra Agung Laksono, Menhut Zulkifli Hasan, Mendagri Gamawan Fauzi, Kapolri Jenderal Sutarman, Kepala BNPB Syamsul Maarif dan Kepala BIN Marciano Norman. (di/Ist)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya