Foto-foto sejarah sangat berharga, karena didalamnya ada informasi yang menggambarkan satu peristiwa. "Hal ini mengingatkan kita terutama generasi muda supaya belajar dari masa lalu. Karena keberadaan kita sekarang ini karena ada masa lalu. Mungkin keberhasilan kita sekarang ini berkat perjuangan dan do'a orang-orang tua di masa lalu. Oleh karena itu sejarah menjadi penting, mereka yang telah berjasa perlu kita ingat, agar kedepan bangsa kita menjadi yang punya karakter," harapnya.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Drs H Saifullah Yusuf pada pembukaan pameran pemenang lomba foto bersejarah "Potretku Sejarahku", di House of Sampoerna Surabaya, Kamis (13/9) malam.
Menurut Gus Ipul, anak-anak muda kelak akan menjadi pemimpin masa depan khusus dibidang fotografi. Lomba ini jadi panggung bagi generasi muda yang mau berkarya. "Dunia fotografi memang sedikit peminatnya, tetapi yang menikmati bisa ribuan bahkan jutaan orang.
Jika melihat foto tokoh-tokoh kemerdekaan jaman dulu, sampai sekarang terasa masih hidup. Padahal, lanjut Gus Ipul, teknologi waktu itu belum canggih seperti sekarang. "Foto-foto kuno itu nampaknya sederhana tapi cukup mewakili massa/ waktu itu, seolah kita merasa seperti hadir dalam jaman itu. Itulahkekuatan foto, bisa melewati batas ruangdan waktu," ujarnya.
"Peserta yang belum berhasil menjadi pemenang jangan putus asa, kedepan masih banyak yang bisa dilakukan, supaya Jatim lebihbanyaklagi karya yang sifatnya bisa membangun ingatan kolektif tentang masa lalu melalui sejarah. Hal inimenjadi modalpembangunan masamendatang," tandasnya.
Gus Ipul menjanjikan, Pemprov akan memberikan kesempatanpada anak muda untuk bisa membuat sesuatu yang sifatnya memotivasi supaya bisa berkarya. Dengan demikian nantinya tidak mencari pekerjaan tapi bisa menciptakan pekerjaan. Tidak hanya berpangku tangan melihat sekelilingnya, namun termotivasi untuk berbuat sesuatu sesuaidengan kesempatan yang ada.
Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim Drs. Mujib affan, Mars mengatakan, lomba foto yang diselenggarakan dalam rangka HUT Provinsi Jatim ke 68 ini dimaksudkan agar masyarakat memahami secara mendalam dan mengenang peristiwa maupun sejarah, selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu melalui kegiatan ini, dapatmemberikan gambaran kepada pelaku fotografi tentang kegiatan pembangunan, profil pembangunan dan masyarakat.
"Dengan besarnya potensi yang ada, melalui lomba foto diharapkan dapat memotivasi dan menstimulasi masyarakat untuk menjadi pelakusejarah. Kemudian menumbuhkembangkan nilai-nilai, koleksi dan identitas bangsa," ujarnya
Lomba foto ini diikuti 204 peserta. Dari 657 foto yang masuk, setelah dilakukan penjurian sejak 28 Agustus 2013 oleh tim dewan juri yang terdiri dari Yuyung Abdi (media), Oscar Motuloh (ANTARA), dan Prof. Dr. Aminuddin Kasdi (Unesa) berhasil menetapkan juara I,II dan III, serta juara harapan I,II dan Juara Harapan III.
Juara I adalah Trisnadi (Sidoarjo) dengan judul foto "Terkubur Lumpur" mendapat hadiah piagam penghargaan dan uang tunai Rp 10 juta, Kemudian Juara II foto "Candi Sumber tetek" karya M Awaluddin Ilham (Surabaya) mendapat piagam dan uang tunai Rp 7,5 juta, dan Juara III Puma Budi Nugraha(Sidoarjo) dengan karya yang berjudul "Gedung balai pemuda terbakar" mendapat hadiah piagam dan uang tunai Rp 5 juta.
Juara harapan I foto dengan judul "Barong Kemiren" karya Gatot Subroto, (Tangerang), Harapan II "Jembatan Merah Kini" karya M Agus As'ari (Surabaya), dan Juara Harapan III karya foto dengan judul "Parade juang Surabaya" kompas gramedia, masing-masing mendapat piagam dan uang tunai Rp 2,5 juta.
Masyarakat dapat menyaksikan pameran foto "Potretku Sejarahku" sejak dibuka Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul tadi malam sampai 5 Oktober mendatang di Galeri House of Sampoerna Surabaya. (Humas Pemprov Jatim Sil/ Foto : RizaI)
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Drs H Saifullah Yusuf pada pembukaan pameran pemenang lomba foto bersejarah "Potretku Sejarahku", di House of Sampoerna Surabaya, Kamis (13/9) malam.
Menurut Gus Ipul, anak-anak muda kelak akan menjadi pemimpin masa depan khusus dibidang fotografi. Lomba ini jadi panggung bagi generasi muda yang mau berkarya. "Dunia fotografi memang sedikit peminatnya, tetapi yang menikmati bisa ribuan bahkan jutaan orang.
Jika melihat foto tokoh-tokoh kemerdekaan jaman dulu, sampai sekarang terasa masih hidup. Padahal, lanjut Gus Ipul, teknologi waktu itu belum canggih seperti sekarang. "Foto-foto kuno itu nampaknya sederhana tapi cukup mewakili massa/ waktu itu, seolah kita merasa seperti hadir dalam jaman itu. Itulahkekuatan foto, bisa melewati batas ruangdan waktu," ujarnya.
"Peserta yang belum berhasil menjadi pemenang jangan putus asa, kedepan masih banyak yang bisa dilakukan, supaya Jatim lebihbanyaklagi karya yang sifatnya bisa membangun ingatan kolektif tentang masa lalu melalui sejarah. Hal inimenjadi modalpembangunan masamendatang," tandasnya.
Gus Ipul menjanjikan, Pemprov akan memberikan kesempatanpada anak muda untuk bisa membuat sesuatu yang sifatnya memotivasi supaya bisa berkarya. Dengan demikian nantinya tidak mencari pekerjaan tapi bisa menciptakan pekerjaan. Tidak hanya berpangku tangan melihat sekelilingnya, namun termotivasi untuk berbuat sesuatu sesuaidengan kesempatan yang ada.
Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim Drs. Mujib affan, Mars mengatakan, lomba foto yang diselenggarakan dalam rangka HUT Provinsi Jatim ke 68 ini dimaksudkan agar masyarakat memahami secara mendalam dan mengenang peristiwa maupun sejarah, selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu melalui kegiatan ini, dapatmemberikan gambaran kepada pelaku fotografi tentang kegiatan pembangunan, profil pembangunan dan masyarakat.
"Dengan besarnya potensi yang ada, melalui lomba foto diharapkan dapat memotivasi dan menstimulasi masyarakat untuk menjadi pelakusejarah. Kemudian menumbuhkembangkan nilai-nilai, koleksi dan identitas bangsa," ujarnya
Lomba foto ini diikuti 204 peserta. Dari 657 foto yang masuk, setelah dilakukan penjurian sejak 28 Agustus 2013 oleh tim dewan juri yang terdiri dari Yuyung Abdi (media), Oscar Motuloh (ANTARA), dan Prof. Dr. Aminuddin Kasdi (Unesa) berhasil menetapkan juara I,II dan III, serta juara harapan I,II dan Juara Harapan III.
Juara I adalah Trisnadi (Sidoarjo) dengan judul foto "Terkubur Lumpur" mendapat hadiah piagam penghargaan dan uang tunai Rp 10 juta, Kemudian Juara II foto "Candi Sumber tetek" karya M Awaluddin Ilham (Surabaya) mendapat piagam dan uang tunai Rp 7,5 juta, dan Juara III Puma Budi Nugraha(Sidoarjo) dengan karya yang berjudul "Gedung balai pemuda terbakar" mendapat hadiah piagam dan uang tunai Rp 5 juta.
Juara harapan I foto dengan judul "Barong Kemiren" karya Gatot Subroto, (Tangerang), Harapan II "Jembatan Merah Kini" karya M Agus As'ari (Surabaya), dan Juara Harapan III karya foto dengan judul "Parade juang Surabaya" kompas gramedia, masing-masing mendapat piagam dan uang tunai Rp 2,5 juta.
Masyarakat dapat menyaksikan pameran foto "Potretku Sejarahku" sejak dibuka Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul tadi malam sampai 5 Oktober mendatang di Galeri House of Sampoerna Surabaya. (Humas Pemprov Jatim Sil/ Foto : RizaI)
