KETAPANG (LKBKalimantan.com)----------------PROGRAM Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Peduli membangun sembilan sekolah di Kalbar. Sebanyak Tiga sekolah dibangun di Ketapang, tiga sekolah di Sanggau dan Tiga sekolah di Bengkayang. Peresmian secara simbolis dilakukan di Ketapang, khususnya SMAN 4 Ketapang. Peresmia dilakukan Menteri BUMN diwakili Deputi Bidang SDM dan Teknologi Kementerian BUMN, Pandu Wijayanto.
Sembilan sekolah yang mendapatkan bantuan dari BUMN ini terletak di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Ketapang. Masing-masing kabupaten tersebut memiliki tiga sekolah yang mendapatkan bantuan dimaksud. Bantuan sendiri dimulai dari renovasi gedung hingga pembangunan gedung baru.
Di Ketapang sendiri terdapat tiga sekolah yang mendapatkan bantuan dari program BUMN Peduli Pendidikan 2012 ini. Di antaranya SDN 3 Mulia Baru, SMPN 1, dan SMAN 4 Ketapang. Untuk SMAN 4 sendiri mendapatkan bantuan berupa pembangunan tiga lokal ruang belajar.Staf ahli bidang SDM dan Teknologi Kementerian BUMN, Pandu Wijayanto, mengatakan, program ini merupakan implemetasi dari BUMN, di mana salah satunya terhadap kepedulian lingkungan dan pendidikan. "Tidak hanya program peduli pendidikan dan di Kalbar saja, tapi ada delapan program yang dijalankan BUMN," katanya usai acara peresmian, kemarin (30/10).
Di antara delapan program tersebut, dibeberkan dia adalaha program peduli pendidikan, peduli kesehatan, peduli lingkungan, bantuan bencana, dan program lainnya. "Untuk program pendidikan, selain membangun gedung, juga memberikan beasiswa kepada guru untuk bisa melanjutkan pendidikan lagi. Dan itu sudah berjalan dan sudah ada yang dikuliahkan," jelasnya.
Pandu juga menjelaskan, dari delapan program tersebut, Kalbar menjadi prioritas, karena menjadi daerah terluar atau terletak di perbatasan. Pemrioritasan itu sendiri, menurut dia, dikhususkan pada infrastruktur dan pendidikan. "Ini untuk mengingkatkan mutu pendidikan. Utamanya untuk usia sekolah. Jika rata-rata usia sekolah hanya 6,3 (tahun), maka akan ditingkankan menjadi 10 atau setara SMP. Syukur-syukur bisa tingkat SMA," ungkapnya.
Dia juga berpesan kepada para siswa, agar tidak bangga dengan bangunan atau gedung baru. Tapi, menurutnya, yang terpenting adalah memanfaatkan keberadaan gedung baru tersebut, untuk mendalami ilmu. "BUMN akan komit untuk menyediakan tempat bagi orang-orang pilihan, khususnya di bidang pendidikan," lanjut Pandu.
Sementara itu, direktur Keuangan Perusahaan Gas Negara (PGN), M Rizal Fahlevi, mengatakan, sebagai perusahaan yang ditunjuk untuk membangun gedung sekolah, pihaknya juga akan komit dan akan terus menjalankan program ini. "Pembangunan gedung sekolah ini kita lakukan selama 5 bulan," katanya.
Selain membangun gedung sekolah, pihaknya juga menyerahkan bantuan notebook dan proyektor kepada sembilan sekolah yang menerima bantuan ini. "PGN akan terus berkomitmen untu membantu program ini," tandasnya.Sementara dari perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang hanya dihadiri Kepala Bappeda, Mahyudin. Dalam sambutannya, disebutkan Mahyudin bahwa Pemkab juga akan berkomitmen membangun sarana dan prasarana untuk memajukan pendidikan di Ketapang. "Seperti jalan menuju sekolah akan dibangun," kata Mahyudin.***(Humas)

