Dalam sambutannya Panglima TNI mengatakan, pada perspektif keamanan, TMMD memiliki relevansi dalam upaya mengamankan wilayah perbatasan dan memberdayakan wilayah pertahanan serta kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta, dalam mempertahankan wilayah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan pada perspektif kesejahteraan, TMMD diarahkan dalam rangka membantu tugas pemerintah daerah, membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan serta sebagai upaya membantu percepatan pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“TMMD adalah usaha dalam mewujudkan tugas TNI. Dalam konteks ini, TNI harus bisa memahami dan menangkap pemikiran bahwa masih ada potensi yang bisa dikembangkan dalam memacu dan mempercepat penuntasan kesejahteraan rakyat bagi masyarakat yang belum tersentuh pembangunan”, ujar Panglima TNI.
“TNI memiliki pengabdian yang tulus, mewarisi nilai perjuangan masa lalu yang hidupnya tidak lepas dari ruh-nya rakyat, tentu terpanggil untuk berbuat bersama komponen lainnya membantu negara dalam mewujudkan amanah konstitusi”, kata Panglima TNI.
Panglima TNI berharap, rapat paripurna TMMD ke-34 TA 2013 akan melahirkan pemikiran, inspirasi yang membawa kecerahan dan ide yang brilian dalam menemukan pola peningkatan kualitas TMMD terpadu di masa yang akan datang. Pencapaian kualitas dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan segenap potensi, menghidupkan harapan berubahnya kesejahteraan rakyat kearah yang lebih baik, mengurangi tingkat ketergantungan dan membantu mengurangi mahalnya ongkos pembangunan.***(Puspen TNI)
Autentikasi :
Pjs. Kadispenum Puspen TNI, Letkol Caj Edyana Sulistiadie



