» » » » Penjual Kopi Emperan Jalan Jadi Bupati

Penjual Kopi Emperan Jalan Jadi Bupati

Penulis By on Senin, 16 Desember 2013 | No comments



KUBU RAYA (LKBK)-H Ruman Ali, SH, tak pernah menyangka, hidup sebagai pedagang kopi di emperan jalan, kini bisa menjadi Sekjen Partai PBR Indonesia hingga pengusaha sukses dan kini menjadi Bupati Kubu Raya terpilih pada Pilkada 2013.

Diakui putra asli Kubu Raya ini merintis keberhasilan tersebut memang tidaklah gampang. Lika-liku penderitaan, kepahitan, dan ejekan harus ia lalui, hingga ia menjadi satu-satunya putra Kalbar yang cukup diperhitungkan di kancah nasional.

Bermula 14 September 1956, di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Rusman Ali dilahirkan dan meniti hidupnya dalam keluarga yang sangat sederhana. Dibesarkan oleh seorang ayah yang berjuang membesarkan anak-anaknya sebagai penoreh getah, dan seorang ibu yang seharian sebagai guru ngaji, Rusman Ali tumbuh besar sebagai lelaki yang ditempa hidup harus bisa berjuang dengan tenaga, keringat bahkan air mata. Harga getah yang tidak menentu dan murah, membuat ayah Rusman Ali harus terus berjuang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya dengan menjual ikan keliling di kampung.
Setiap hari ayah Rusman Ali harus mengayuh sepedanya berkilo-kilo menjajak ikan dengan harapan terjual habis. Rupanya ikan yang jual tidak merubah hidup keluarga, ayah Rusman Ali pun mencoba menjual kayu bakar hingga ke kampung-kampung. Namun tetap juga tidak dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka.
Tak berhasil berjuang hidup di kampung, keluarga Rusman Ali mencoba di kampung orang. Bermodalkan dana yang seadanya, Rusman Ali dan ayahnya mengadu nasip di Kota Pontianak dengan membuka kedai kopi tepi jalan Ali Ayang tepatnya depan Kantor DLAJ.
Dari hasil kerja keras dan doa bertahun-tahun, kedai kopi akhirnya cukup untuk menghidupi keluarga Rusman Ali. Walau sambil sekolah Rusman Ali harus membantu orang tuanya membuat dan melayani pembeli yang minum kopi di kedainya. Dari hasil menjual kopi akhirnya Rusman Ali dapat menyelesaikan sekolahnya di STM tahun 1976.
Bermodalkan ijazah, Rusman Ali kembali mengadu nasib menjadi pegawai negeri. Dari pintu ke pintu ia mencoba menawarkan ijazahnya. Namun tak semua instansi yang mau menerima, karena tidak adanya relasi dan biaya.
Harapannya pupus, Rusman Ali tetap menjadi penjual kopi membantu ayah dan ibunya. Namun Tuhan menguji kesabarannya, di tahun 1979 Rusman Ali akhirnya mendapat panggilan sebagai PNS di Agraria Pontianak.
Dengan harapan dan semangat ingin merubah nasib menjadi PNS, Rusman Ali rela bekerja berjalan kaki tanpa mendapat gaji selama delapan bulan.
“Dulu kerja dulu baru ada SK dan gaji, beda sekarang SK dulu keluar baru bekerja. Bahkan ada yang sudah lulus kerja namun SK nya tak keluar-keluar,” kata Rusman Ali, menceritakan perjalanan hidupnya.
Rusman Ali tetap istikomah, bahkan baju dinas yang ia pakai tidak pernah berganti baru hingga menguning karena belum mendapatkan gaji untuk membuatnya lagi. Iapun tak jarang mendapat ejekan dari orang, lantaran sudah kerja masih berjalan kaki, bahkan untuk merokok harus menbantu orang tua dulu menjual kopi.
“Saya pernah di ejek, masa sudah lama kerja masih juga berjalan kaki, untuk beli rokok saja saya susah,” kenang Rusman Ali.
Namun berkat kesabaran dan ketekunan, Rusman Ali mulai mampu untuk menghidupi dirinya dan membantu keluarga. Sedikit demi sedikit, dengan penghasilannya mulai bertambah dan dapat hidup dengan layak pada waktu itu.
Ternyata Tuhan masih membuka jalan lebar, Rusman Ali diberi jalan untuk masuk menjadi pengurus partai, dan diminta Jainudin MZ, untuk mempimpin partai PBR. Kesempatan itu tidak disia-siakan Rusman Ali, ia mengajukan pensiun dini dari PNS di tahun 2003 dan mengadu nasib di partai. Akhirnya di tahun 2002, ia terpilih menjadi Ketua PBR Kalbar.
Berbekal pengalaman dan usaha keras, Rusman Ali maju sebagai calon DPR-RI, dan berhasil duduk di parlemen dan dipercayakan mengurusi Badan Anggaran se Indonesia.
“Disini Tuhan mengangkat derajat seseorang, hampir semua gubernur dan bupati, menghadap kepada saya untuk meningkatkan anggaran daerahnya. Saat itu saya ditugaskan untuk mengatur keuangan daerah se Indonesia. Saya awalnya tidak menyangka dari penjual kopi saya bisa mengatur keuangan daerah se Indonesia,” cerita Rusman Ali.
Kepercayaan yang diberikan Negara kepadanya membuat namanya besar. Kongres di Bali 2006 menghandarkannya menjadi Sekren PBR dua periode hingga 2016.
Usai mengabdi sebagai wakil rakyat di DPR RI dari tahun 2004 hingga 2009, Rusman Ali kembali ingin berbuat di kampung halamannya, Kubu Raya. Niat tulus bermodalkan Ridho Tuhan, Rusman Ali melangkah pada Pilkada Kubu Raya yang akan digelar 19 September 2013. Ia menggandeng Hermanus Darus, yang diusung PDI Perjuangan, PAN dan PBR, dengan nomor urut 5.
Dengan moto Berjuang Bersatu Menang, Rusman Ali-Hermanus yakin dapat merubah kampung halaman mereka lebih baik lagi dari sekarang. Tanpa ragu bermodalkan niat tulus 10 kontrak politik disugukan kepada masyarakat Kubu Raya bila mereka duduk menjadi bupati dan wakil bupati.
Setelah menlalui proses demokrasi yang jujur dan adil, akhirnya Rapat Pleno KPU Kabupaten Kubu Raya, Selasa (24/9), menetapkan pasangan Rusman Ali-Hermanus sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat Periode 2013-2018.
Dari data hasil Rapat Pleno KPU Kabupaten Kubu Raya, Pasangan Rusman Ali-Hermanus unggul atas pasangan lainnya dengan perolehan suara total sebesar 111.990 (43,78%), disusul pasangan incumbent yakni Muda Mahendrawan-Suhardjo yang mengantongi suara 107.379 (41,8%). Di urutan ketiga ditempati oleh pasangan David Maryansyah-Hisbulloh mengantongi 23.199 suara (9,07%), disusul pasangan Johansyah-Ahok Angking dengan 8.144 suara (3,18%), dan terakhir pasangan Kamaruzzaman-Andi Salmah 5.089 suara (1,99%).
Total suara sah berjumlah 255.801, dan suara tidak sah sebanyak 3923. Jumlah total partisipasi masyarakat dalam pemilukada kali ini sebesar 259.724 atau 65,6% dari total DPT Kabupaten Kubu Raya yang berjumlah 395.577.
Dari perjalanan hidup Rusman Ali tersebut tentu ada pelajaran yang dapat dipetik bagi kita semua. Menurutnya walaupun kita berasal dari kampung, desa dan miskin sekalipun, kalau mau berusaha, bekerja dengan serius dan tekun, mau belajar, berdoa, dan tawakal maka akan menggapai kesuksesan yang kita inginkan. ***(rusmanali.com)
>Foto doc sayangi.com



Baca Juga Artikel Terkait Lainnya