JAKARTA(LKBK)-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono menghadiri Puncak Peringatan HUT Ke-76 Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Rabu (18/12) pukul 15.00 di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jl. Medan Merdeka Selatan No.17, Jakarta Pusat. Acara sore itu mengambil tema "Mengokohkan Kebangsaan Memperkuat Fungsi Kantor Berita Negara".
Presiden SBY dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas 76 tahun berdirinya Antara sebagai kantor berita nasional. "Atas nama negara, pemerintah, dan pribadi, saya mengucapkan selamat kepada LKBN Antara disertai ucapan terima kasih dan penghargaan tinggi atas semua perjuangan, upaya, dan semua yang dilakukan untuk kepentingan bangsa dan negara yang kita cintai. Teruslah melakukan transformasi dan modernisasi menjadi kantor berita yang insyaAllah bertaraf internasional. Silakan mengembangkan dunia usahanya karena saya yakin kalau ideologi dan idealisme LKBN Antara lurus, terang, dan benar menjadi kantor berita yang kontributif pada rakyat Indonesia dan dunia maka peluang bisnis itu terbuka," SBY menyampaikan.
Pemerintah, lanjut SBY, akan membantu dan mendorong seraya mengeluarkan kebijakan dan regulasi yang tepat. "Paling tidak PSO (Public Service Obligation) akan tetap kita berikan karena itu penting bagi kemajuan LKBN Antara yang punya jasa luar biasa, penting bagi keberlanjutan institusi ini," ujar Presiden.
Kepala Negara kembali mengingatkan tentang hubungan antara pers dan demokrasi, serta pentingnya dan keterkaitan antara dua hal tersebut. "Pers adalah pilar penting demokrasi, pers berkewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, itu adalah amanah konstitusi. Pers amat penting untuk mengontrol kekuasaan, pemerintah, dan jalannya kehidupan bernegara. Semuanya itu tentu oleh pers dan media massa dilakukan dengan memedomani nilai-nilai dan norma yang berlaku, yang dalam negara kita dituangkan dalam kode etik jurnalistik," Presiden menyampaikan.
Sejak dulu, Presiden SBY terus menjadi pendukung kemerdekaan pers. Saat Reformasi 1998, tidak hanya menjalankan reformasi internal TNI, SBY juga ikut melakukan perubahan di negeri ini, yang salah satunya adalah perlu dihadirkannya kemerdekaan pers. "Setelah saya mengemban amanah untuk memimpin negeri ini sebagai Presiden, penghormatan saya kepada kemerdekaan pers tidak berubah dan akan saya jaga sepanjang masa. Sebagai pendukung setia kemerdekaan pers tentu saya ikut peduli terhadap dinamika dan perkembangan dunia pers," ujar Kepala Negara.
SBY mengajak dunia pers dan media massa untuk memedomani UU Pers dan menjalankannya. "Saya ikut bertanggung jawab, mengawal, dan mengamankan digunakannya kemerdekaan pers di negeri tercinta ini. Semua tau bahwa pemberitaan pers harus akurat, perimbang, tidak memiliki etikat buruk, diuji kebenarannya, meminta pandangan dari kedua belah pihak, bukan berupa fitnah maupun berita bohong. Itu menjadi bagian dari kehidupan pers kita yang oleh UU Pers diamanahkan untuk dipedomani dan dijalankan," kata Presiden
Menurut Presiden, terdapat dua faktor yang dapat merusak kehidupan pers yang merdeka dan menjalankan kode etik. Pertama, kekuasaan politik yang otoritarian sehingga kebebasan pers dikekang. Kedua, pemilik modal yang melakukan intervensi tidak sehat sehingga pers kehilangan kemerdekannya. "Ini kerap banyak terjadi di negeri demokrasi. Mari ketika kita tengah mematangkan kehidupan demokrasi kita, kita jauhkan dua campur tangan yang tidak semestinya terjadi di dunia media dan pers kita," ajak SBY.
Sejalan dengan keinginan Presiden, Dirut kantor berita nasional yang berdiri pada 13 Desember 1937, Saiful Hadi menyampaikan bahwa Antara akan terus mengedepankan kepentingan masyarakat. "Kantor Berita Antara akan tetap mengedepankan kepentingan rakyat Indonesia sebagaimana yang Bapak Presiden katakan bahwa pemerintah tidak anti kritik, tetapi kalau dikritik katakanlah dengan santun. Itu selalu kita pegang," begitu kata Saiful Hadi.
Turut hadir dalam acara ini diantaranya, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkominfo Tifatul Sembiring, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan. ***(fbw)
Keterangan Gambar : Presiden SBY berikan sambutan pada Peringatan HUT Ke-76 Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Rabu (18/12) sore di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara.*** (foto: abror/presidenri.go.id)

