JAKARTA-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Antara Achievement Award 2013 sebagai Pemimpin Demokratis yang Menjamin Kebebasan Berpendapat saat menghadiri Puncak Peringatan HUT Ke-76 Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Rabu (18/12) siang di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jl. Medan Merdeka Selatan No.17, Jakarta Pusat.
Dirut Perum LKBN Antara Saiful Hadi menyampaikan alasan dibalik penghargaan yang diterima Presiden SBY. Menurutnya, penghargaan ini diberikan karena SBY telah menebarkan semangat serta menginspirasi masyarakat luas sehingga Indonesia tampil membanggakan di kancah internasional.
Sementara Pemimpin Redaksi LKBN Antara Akhmad Kusaeni menjelaskan, diberikannya penghargaan kepada SBY juga terkait keaktifan Presiden pada media sosial. LKBN Antara menilai SBY sangat terbuka pada usul, saran, kritik, dan bahkan kecaman yang sering muncul di berbagi media sosial tersebut. "Pak SBY adalah Presiden yang aktif di internet, twitter, facebook, youtube, dan akun lain. Semua itu dilakukan agar pikiran, ucapan, dan apa yang dilakukan Presiden dapat diketahui masyarakat seluas-luasnya," ujar Akhmad.
Presiden SBY sendiri sangat senang karena LKBN Antara ikut membangun kultur dan budaya baik yaitu tradisi dan budaya berterima-kasih dan memberi apresiasi. "Mari kita menjadi bangsa yang murah hati untuk pandai mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan," ajak SBY.
Ribuan kritik diterima Presiden SBY, tetapi hal itu dapat dimaklumi mengingat posisinya sebagai Presiden, namun hal yang sangat disesalkan adalah jika ada fitnah.
"Ribuan kritik yang saya terima sejak 20 Oktober 2004. Kritik, yes! Kritik itu setelah saya analisis kadang membawa manfaat. Kecaman, hujatan, cemooh itu hak setiap orang. Saya menyadari sebagai pemimpin dibenci dan dipuji. Saya menyadari kalau ada apa-apa saya yang disalahkan. Dikecam, disalahkan saya harus menerima keadaan seperti itu. Hanya satu yang saya sulit menerima, fitnah," SBY menyampaikan.
Diantara begitu banyak kritik yang datang, terutama setelah Presiden SBY membuka akun-akun di media sosial menjadi bukti bahwa SBY adalah pemimpin yang selalu mendengarkan apa yang disuarakan rakyatnya. Kebebasan pers pun selalu dijunjungnya. Hal inilah membawa Presiden SBY mendapatkan Antara Achievement Award 2013 sebagai Pemimpin Demokratis yang Menjamin Kebebasan Berpendapat.
SBY menjunjung kebebasan pers seraya selalu menerima kritikan yang datang, tetapi fitnah adalah sesuatu yang sulit untuk diterima Presiden. Oleh karenanya, Presiden ajak untuk menjauhkan negeri ini dari fitnah, "Jangan jadi lautan fitnah, tapi jadi lautan kebenaran," seru Presiden.
"Kalau soal kritik, kecaman, cemooh, dan hujatan saya sudah bisa mengatasinya. Saya masih bisa berdiri di sini, dan isteri saya bisa duduk di situ. Artinya insya Allah saya kuat dan tegar untuk semuannya itu. Hanya permohonan saya janganlah kita berikan toleransi kalau itu fitnah, karena fitnah lebih kejam dibandingkan pembunuhan," harap Presiden.
Presiden mengaku merupakan hal biasa saat melihat berita dan media sosial kemudian ada serangan dan kecaman. "Itu tidak apa-apa, yang penting jangan fitnah. Mudah-mudahan politik dan demokrasi kita terbebas dari ini. Pemilihan Presiden dan legislatif sebentar lagi, berkompetisilah dengan sehat. Jangan black campaign ataupun fitnah," pesan SBY sebelum menutup sambutannya. ***(fbw)
Keterangan Gambar : Presiden SBY terima Antara Achievement Award 2013 pada Puncak Peringatan HUT Ke-76 Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, Rabu (18/12) siang di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara.*** (foto: abror/presidenri.go.id)

