» » SBY : Aparat Keamanan Waspadai Gangguan Perayaaan Natal

SBY : Aparat Keamanan Waspadai Gangguan Perayaaan Natal

Penulis By on Kamis, 12 Desember 2013 | No comments


JAKARTA(LKBK)-Presiden meminta aparat keamanan waspada terhadap kemungkinan ada pihak tertentu memanfaatkan momentum perayaan Natal dan Tahun Baru untuk tujuan tidak baik. Elit politik juga diminta turut menjaga keteduhan kampanye pemilu. 

"Saya telah menerima laporan dari Kapolri tentang adanya elemen-elemen yang merancang gangguan keamanan dan ketertiban di tempat-tempat tertentu," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan persnya di Ruang VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum lepas landas menuju Jepang, Kamis (12/12) pukul 09.45 WIB kemarin.

Gangguan keamanan tersebut, lanjut Presiden SBY, seolah-olah berkaitan dengan Pemilu. "Padahal tidak," ujar Presiden SBY. Pemerintah akan melakukan segalanya. "Insya Allah apa yang kita laksanakan, baik dalam rangka Pemilu atau perayaan keagaamaan dan perayaan hari besar dapat berlangsung dengan baik," SBY menambahkan.

SBY meminta aparat memberikan rasa aman dan tenteram kepada masyarakat dalam merayakan hari besar keagamaan apapun. Apalagi tahun ini merupakan tahun politik, dan menghangatnya situasi politik juga sudah dirasakan.

Kepada elit politik, Presiden meminta mereka turut menjaga suasana teduh. "Saya menyerukan kepada elit dan para politisi untuk bisa menahan diri, ada batas kepatutan dalam kampanye pemilu, misalnya. Dengan demikian rakyat tidak menjadi korban," Presiden menjelaskan.

Meskipun pada saatnya nanti para elit dan politisi mampu menjaga keteduhan pelaksanaan kampanye Pemilu, namun tidak mustahil ada pihak tertentu dengan motif dan tujuan tertentu yang tidak baik. Oleh karena itu masyarakat harus waspada, aparat kelamanan dan penegak hukum juga harus bekerja ekstra. "Boleh politiknya menghangat, tapi keamanan dan ketertiban masyarakat harus tetap terjaga," Presiden menegaskan.

Di awal keterangannya, Presiden SBY juga mengingatkan kepada seluruh jajaran pemerintah untuk mengelola keamanan dan keselamatan transportasi dalam perayaan Natal dan Tahun Baru. Terutama di tengah cuaca yang tak bersahabat sekarang ini.

Baik operator atau pemilik dan penyedia transportasi, regilator --utamanya Kementerian Perhubungan-- dan para pemimpin di daerah agar mengelola dengan seksama persoalan keselematan transportasi ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak perlu.

Presiden mengingatkan, kecelakaan antara kereta api komuter dan sebuah mobil tangki BBM di kawasan Bintaro, Tangerang, beberapa hari lalu untuk tidak terulang kembali. "Ini peringatan bagi semua agar tidak boleh lengah sedikit pun lengah menjaga keamanan dan keselamatan penggunaan transportaasi," SBY menandaskan. 

Ketika menyampaikan keterangan persnya, Presiden didampingi oleh Wapres Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, dan Seskab Dipo Alam. ***(yun)


Foto : Presiden SBY memberi keterangan pers soal keamanan menjelang Natal, di Bandara Halim PK, Jakarta, sebelum bertolak ke Jepang, Kamis (12/12) pagi kemarin. ***(foto: abror/presidenri.go.id)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya