JAKARTA-Presiden meminta masyarakat turut mengawasi proses penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU), 22 Juli nanti. Tentu akan ada pihak yang menang dan kalah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan yang menang tidak perlu arogan, yang kalah jangan melakukan tindakan yang tidak dibenarkan.
"Yang tidak puas, sampaikan melalui mekanisme yang diatur oleh undang-undang, pada Mahkamah Konstitusi (MK). Itulah proses damai, etis, dan konstitusional dalam menyikapi perbedaan suara," kata Presiden SBY pada acara buka puasa bersama di rumah dinas Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, di Jalan Denpasar III nomor 8, Jakarta Selatan, Senin (14/7) petang.
Menurut Presiden SBY, ada empat pihak yang penting di sini, yaitu KPU, MK, pasangan capres-cawapres nomor 1, dan pasangan capres-cawapres lainnya. Masyarakat juga diminta turut memantau jalannya proses ini.
"Kita tidak ingin ada kemunduran dalam proses kematangan demokrasi. Saya harap empat pihak tadi betul-betul dengan penuh tanggung jawab dan kecintaan dengan bangsa negara, bisa menyikapi segala sesuatunya dengan benar, arif, dan tepat," SBY menambahkan.
Jika seluruh proses pilpres bisa berjalan baik, tertib, dan aman, hal itu berarti akan menjadi tradisi kepemimpinan baru dan suksesi pemerintahan yang baik. "Kita dukung pemerintahan nanti. Itulah etika bernegara yang harus dibangun," SBY menjelaskan.
Minggu (13/7) malam, sebelum menyaksikan final sepakbola Piala Dunia, Presiden SBY sempat melihat tayangan televisi menyangkut kemelut pemilihan presiden di Afghanistan. Menlu AS John Kerry hadir ke Afghanistan sebagai mediator. Hal serupa tidak perlu terjadi di Indonesia. Jika terjadi masalah atau kemelut terkait pilpres, ujar Presiden, tentu harus bisa kita selesaikan sendiri.
"Saya bersumpah dan mengajak warga Indonesia, kalau ada kemelut mari kita selesaikan sendiri, tidak perlu ada pihak lain untuk jadi wasit atau juru damai," SBY menegaskan.
Sebelumnya, Ketua DPD Irman Gusman dalam sambutannya menyampaikan harapannya bahwa silaturahmi semacam ini bisa terus terjalin, terutama antara DPD dan pemerintah. Keduanya adalah mitra yang saling melengkapi. Irman juga berterima kasih pada pemerintahan SBY atas penyelenggaraan pemilu 2014 yang berjalan lancar.
"Kita berterima kasih kepada pemerintahan SBY dan penyelenggara pemilu, para pimpinan partai, TNI/Polri, media massa dan masyarakat luas karena pilpres dapat berlangsung dengan aman dan tertib," ujar Irman.
Presiden SBY hadir dalam acara buka puasa bersama ini dengan didampingi Ibu Ani. Hadir pula Wapres Boediono dan Ibu Herawati, Menko Polhukam Djoko Suyanto, dan Mensesneg Sudi Silalahi. Tampak pula Ketua DPR Marzuki Alie dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.***(yor)

