» » » » » Polisi Kalbar Amankan 97 Kilo Gram Lebih Narkoba Jenis Sabu,Ini Beritanya

Polisi Kalbar Amankan 97 Kilo Gram Lebih Narkoba Jenis Sabu,Ini Beritanya

Penulis By on Selasa, 20 Desember 2016 | No comments

PONTIANAK-Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar dan Jajarannya selama 11 bulan terakhir ini berhasil mengamankan 97, 658 Kg Sabu,  63.944 butir Happy Five dan 20.196,25 butir ectasy, sementara itu 70 kilogram telah berhasil lolos dan beredar di Masyarakat.

Menurut Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Drs.Suhadi Sw.M.Si kepada Portal LKBK65.co.id, Selasa (20/12/2016) malam,menjelaskan bahwa Kalimantan Barat ini secara Geografi sangat rawan dengan masuknya barang-barang haram seperti sabu,karena disepanjang 857 Km wilayah  perbatasan darat Kalbar terdapat 55 Desa di Kalimantan Barat yang bisa menghubungkan 32 kampong di Malaysia.

“Kondisi teraebut akan berimplikasi terhadap gangguan Kamtibmas di Wilayah perbatasan, diantaranya masuknya Sabu ke Wilayah Kalbar. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Reserse Narkoba, bahwa hampir disetiap Polres atau kabupaten/ semuanya ada peredaran gelap Narkoba”,terang Suhadi.

Menurut Suhadi, bahwa selama tahun 2016 sampai dengan bulan November,peredaran Gelap Narkoba ada 531 kasus bila dibandingkan tahun sebelumnya ada peningkatan dari 375 kasus naik menjadi 531 kasus naik 156 kasus.

“Kita semua turut prihatin atas lolosnya 70 Kilogram Sabu, Polri mendapatkan angka 70 Kg yang berhasil lolos, ini didasari pada pengakuan tersangka bahwa mereka tidak hanya sekali memasukkan barang dari Malaysia, namun yang tertangkap baru sekarang ini”,lanjut Suhadi.

Dapat dibayangkan,kata Suhadi,berapa puluh ribu generasi muda kita yang terkontaminasi Narkoba. Seandainya satu anak muda menggunakan setengah Gram, maka generasi muda kita yang terkontaminasi Narkoba ada 140 Ribu.

Menurut Kabid Humas jika masing-masing Polres dirangking penyelesaikan perkara, maka dapat digambarkan urutan ranking sebagai berikut;  Polresta Pontianak Kota l07 Kasus. Direktorat Narkoba 87 Kasus, Sanggau 51 Kasus,  Ketapang 42 Kasus, Mempawah 39 Kasus, Kapuas Hulu 33 Kasus, Sambas 32 Kasus, Singkawang 31 kasus, Sintang 30 Kasus dan Bengkayang,  Landak dan Melawi masing-masing 23 kasus, 20 Kasus dan Melawi 17 kasus.

Seterusnya kata Suhadi, bahwa guna menghadapi situasi yang demikian, pihaknya secara maksimal akan terus berupaya memberdayakan segala potensi yang ada untuk menjaga wilayah Batas Negara.***(Halim Anwar/LKBK65.co.id).
____

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya