Oleh : Ustadz H.Uti Konsen U.M.
“ Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik “ ( Saba’ ( 34 ) – 39 ). “ Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan, kecuali ia bertambah, bertambah, bertambah “ ( HR.Turmizi ).
Salah satu contoh. Sekurity PLN di Jakarta, ketika pulang malam memberlikan 5 bungkus kopi untuk temannya yang sedang duduk di gardu jaga. Ternyata diantara bungkusan kopi itu didalamnya ada kupon tertulis ‘Anda beruntung mendapatkan sepeda motor Yamaha Mio‘. Salah seorang melapor ke Satpam tersebut. Pendek cerita sepeda motor itu mereka jual, dan uangnya dibagi berenam. Donald Trump, ketika ia mengalami kebangkrutan pada tahun 1990–an , ia malah membagi–bagikan hartanya yang masih tersisa. Dan kenyataannya setelah itu dapat bangkit dan meraih sukses.
Bukankah Rasulullah saw antara lain bersabda “ Pancinglah rezeki kalian semua dengan sedekah “ ( HR.Baihaqi ). “Hendaklah kalian semua mencari rezeki dengan sedekah “ ( HR. Daelami ). Mahmud Asy-Suafrowi dalam bukunya “7 Wasiat Rezeki Terampuh dari Nabi SAW“ berkata “Saya pernah mendengar kisah dari orang-orang yang dapat dipercaya, bahwa ada seorang kyai Indonesia yang anaknya mengaji di Arab Saudi. Ketika kyai itu hendak memberi bekal kepada anaknya di sana, ia cukup dengan bersedekah dari rumahnya. Ternyata, setiap kali ia bersedekah, anaknya selalu diberi kecukupan bekal“.Elizabeth Dunn dalam risetnya menyimpulkan, “Membelanjakan uang terhadap orang lain bisa menolong kebahagiaan“. Senada dengan itu Allan Luks dalam bukunya menyimpulkan “Menolong orang lain dapat mengurangi sakit, mengurangi stress, meningkatkan endordin dan meningkatkan kesehetan“. Ini berdasarkan survei yang melibatkan 300 sukarelawan dan lebih dari 90% mengaku demikian. Dr.Stephen Post dalam bukunya menyimpulkan “Sifat dermawan itu menyehatkan dan memanjangkan umur. Bahkan dua kali lebih menyehatkan daripada Aspirin“. Jauh sebelumnya Rasulullah saw bersabda “Jagalah harta kamu dengan zakat, obatilah sakitmu dengan sedekah dan hadapilah segala cobaan hidup dan bahaya dengan doa serta kerendahan hati“. Dalam qaidah agama mengatakan “Siapa yang banyak memberi, ia akan banyak menerima. Itulah kekuatan hukum ajaib manajemen sedekah“. Simak Al Lail 4. Al Hasan Al Basri, ulama Tabi’in yang kharismatik berkata “Barangsiapa yang yakin bahwa Allah akan mengganti sedekah seseorang tentu IA akan segera menggantinya“. Konon konsep bisnis CV.Toha, percetekan Al Qur’an di Semarang yang dinahodai Hasan Toha “Semakin besar zakat yang kita keluarkan, semakin besar pula keuntungan yang didapatkan perusahaannya“.
Rasulullah saw menghasung pengikutnya untuk gemar bersedekah. Beliau menjelaskan bahwa sedekah akan menjadi penghapus amal-amal keburukan dan penghalang dari siksa api nereka. Semakin banyak sedekah yang diberikan, semakin besar pula pelindung yang akan menutupi anggota tubuh dari pedihnya siksa nereka. Raslullah saw bersabda“ Selamatkanlah diri kalian dari siksa nereka walau hanya dengan sedekah sebanyak setengah biji kurman“ (HR.Bukhari dari Adi bin Hatim). Al Hafidz Ibnu Hajar As-Asqalani berkata “Dalam hadis ini ada anjuran untuk bersedekah baik dengan harta yang sedikit maupun harta yang banyak, dan hendaknya tidak menganggap remeh harta yang disedekahkan (meski hanya sedikit), dan bahwa sedekah yang sedikit bisa melindungi orang yang menyedekahkannya dari siksa neraka“.
Dari Abu Hurairah, Nabi saw bersabda “Setiap hari ketika umat manusia memasuki waktu pagi, pasti ada 2 malaikat yang turun. Satu diantaranya akan mengucapkan, ‘Ya Allah karunikanlah ganti kepada orang yang menggunakan hartanya untuk beribadah, untuk kepentingan keluarga, untuk kepentingan tamu, atau bersedekah ‘. Sedangkan malaikat yang satu lagi akan mengucapkan, ‘Ya Allah berikanlah kerusakan ( kerugian ) kepada orang yang tidak mau mendermakan hartanya“ ( HR.Bukhari – Muslim ). Allah swt berfirman dalam hadis qudsi “Wahai anak Adam !.... Aku sudah memberi begitu banyak kepada kalian. Dan sekarang Aku meminta kepada kalian pinjaman ( sedekah ). Barangsiapa yang memberikan pada-Ku apa-apa yang sudah Aku berikan padanya, maka Aku akan mengembalikannya kontan. Dan masih akan Aku tambah lagi untuk dirinya dihari kemudian“. Abu Hurairah RA meriwayatkan, Rasul saw bersabda “Allah berfirman ‘ Wahai anak Adam, berinfaklah, engkau akan akan mendapat infak‘“ ( HR.Muslim ). Hadis qudsi lain, juga yang diriwayatkan Abu Hurairah, Nabi saw bersabda “Sesungguhnya Allah telah berfirman, ‘ Wahai anak Adam, belanjakanlah hartamu, pasti Aku akan memberi kecukupan belanja kepadamu‘”.
Umar,salah seorang ulama salaf berkata “Sesungguhnya di akhirat kelak, amalan saling membanggakan diri. Maka sedekah berkata, “Aku yang paling utama dari kalian (amalan-amalan lain)“. Begitu utamanya sedekah itu, Rasulullah saw bersabda “ Bersedekah meskipun hanya dengan sebiji kurma. Karena ia dapat menghilangkan rasa lapar seseorang., dan menghapus kesalahan, sebagaimana air memadamkan api“. Ibnu Umar RA bertutur “Amal yang paling dicintai Allah adalah yang dapat membahagiakan seorang mukmin, mengusir kesedihannya, membayarkan utangnya dan menghilangkan rasa laparnya“.Ibnul Al Qayyim menulis “Sedekah punya pengaruh mengagumkan dalam menolak berbagai ujian, kendati pelaku sedekah tersebut adalah orang jahat, atau orang dzalim, atau orang kafir sekalipun. Allah menolak ( menghilangkan ) ujian darinya melalui sedekah. Ini bukan rahasia umum lagi bagi manusia, baik orang awam atau kalangan terpelajar. Semua manusia di atas bumi mengakui hal ini karena mereka telah mengalaminya“.
Begitu utamanya sedekah, terhadap sahabatter miskin sekalipun Nabi saw selalu menganjurkan agar bersedekah. Satu ketika Rasulullah saw berkata kepada Abu Dzar Al Ghfifari, salah seorang sahabat termiskin. “Apabila kamu memasak makanan yang berkuah, maka perbanyaklah airnya dan perhatikan tetanggamu, dan berilah mereka dengan cara yang baik“ (HR.Muslim). Terkait memberi makan dan minum ini Nabi saw bersabda “Barangsiapa yang memberi makan kepada orang mukmin sehingga dapat mengenyangkan (menyelamatkan) dari kelaparan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki ( oleh orang-orang ) kecuali oleh orang-orang yang sepertinya “ (HR.Thabrani). Dalam kesempatan lain Nabi akhir zaman ini bersabda “Seorang muslim yang memberi makan kepada saudaranya seagama sampai kenyang, memberi minum sampai hilang dahaganya, dijauhkan oleh Allah dan dipisahkan dari api nereka dengan 7 parit.Lebar antara dua parit sejauh perjalanan 500 tahun“ (HR.Thabrani, Ibnu Hibban, Al Hakim dan Baihaqi).Wallahualam.***(Sumber : sulingketapang.blogspot.com).
FOTO : Doc Istimewa

