» » » » Nilai Konservasi Tinggi Sungai Tengar Tepat Sasaran

Nilai Konservasi Tinggi Sungai Tengar Tepat Sasaran

Penulis By on Selasa, 10 Desember 2013 | No comments

Bupati Ketapang Henrikus Bersama Yayasan IAR Tinjau Kawasan NKT Sungai Tengar


Tindaklanjut upaya pengelolaan Kawasan dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) Sungai Tengar agar tepat sasaran, maka Sabtu (7/8) sore kemarin, Bupati Ketapang Drs Henrikus M.Si langsung mendampingi rombongan Yayasan IAR ke lokasi Kawasan NKT. Dengan peninjauan langsung ke lapangan, Yayasan International Animal Rescue (IAR) dapat bermitra dengan Pemkab Ketapang mengelola kawasan seluas lebih kurang 1000 hektar yang terdapat sejumlah hewan langka dan dilindungi.

KETAPANG(LKBK)--Pemantauan langsung secara singkat di Kawasan NKT Sungai Tengar dilakukan pada sore hari. Perjalanan dari Dusun Sungai Tengar ke kawasan KNT ditempuh sekitar 45 menit menggunakan perahu mesin kato. 
Rombongan terdiri dari Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si, asisten II Setda Ketapang, Ir.H.Darmansyah MM, Kepala Kantor Arsip, perpustakaan Arsip dan Dokumentasi, Simon Petrus, Kepala Satpol PP, BNBPD, Bagian Humas setda Ketapang dan lain-lain. Sementara dari Yayasan IAR program Ketapang terdiri dari Direktur IAR program ketapang, drh Adi Irawan, Karmele dan lain-lain. 
Dengan menggunakan dua perahu bermesin kato, rombongan menuju lokasi menempuh perjalanan sekitar 45 menit. Sepanjang perjalanan, selain keindahan hutan manggrove, beberapa binatang dilindungi bisa ditemukan. Mulai dari buaya, kumpulan burung-burung, bekantan, kelimpiau, bahkan beberapa ekor orangutan di alam bebas. 
Saat berada di lokasi kawasan KNT, kondisi air dalam keadaan pasang. Banyak binatang langka terlihat dari tepian sungai menjadikan kawasan ini berbeda dibanding lokasi lain.Pelestarian dan penyelamatan lingkungan hidup ini, dikatakan Bupati Ketapang sangat penting. Sejak dirinya menjadi Wakil Bupati Ketapang, daerah ini dinilainya sangat tepat dijadikan Kawasan dengan nilai konservasi tinggi (NKT). Karena itu, pada awal menjabat sebagai Bupati Ketapang, kawasan Sungai Tengar ini langsung di-SK-kan menjadi kawasan NKT. Untuk mengelolanya perlu dilakukan kerjasama dengan mitra kerja yang ahlinya, salah satunya mungkin adalah Yayasan International Animal Rescue (IAR). "Ada banyak orangutan di kawasan ini (KNKT Sungai Tengar,red), setelah kita SK-kan supaya tetap lestari, kita harap orang yang ahli dibidangnya bisa mengelolanya dengan pola kerjasama," kata Henrikus, Bupati Ketapang. 
Sebab, jika ditetapkan sebagai kawasan bernilai konservasi tinggi tanpa dikelola, Bupati Ketapang khawatir kelestarian orangutan, bekantan dan satwa lainnya bakal terusik.namun untuk wilayah Kawasan NKT, ia yakin akan lestari. Sebab, masyarakat setempat tidak ada yang mau mengkonsumsi binatang hutan. Bahkan untuk makan ikan sungai saja mereka tidak mau tetapi memilih memakan ikan laut. Selain itu, masyarakat juga akan menjadi penjaga kelesterian alam. Masyarakat Sungai tengar dan sekitarnya dikenal oleh Bupati Ketapang juga sangat kompak. Jika ada yang merusak sungai mereka langsung bereaksi. Ini dikarenakan masyarakat hidup menyatu dengan alam. 
Walaupun pada era pemerintahan Drs Henrikus M.Si sebagai Bupati Ketapang tidak ada memberi izin perkebunan baru dan pertambangan. Namun, adanya aktivitas perkebunan kelapa sawit atau pertambangan, maka dapat mengancam habitat orangutan. Populasinya juga semakin sedikit dan terancam kepunahan. "Kita sangat mendukung pelestarian orangutan, kalau semua hutan dijadikan kebun sawit atau pertambangan, kemana lagi mereka tinggal, kawasan dengan nilai konservasi tinggi sungai tengar ini sangat tepat untuk pelestarian orangutan, " ucap Bupati Ketapang. 
Karena itu, sudah menjadi tanggungjawab kita bersama untuk menyelamatkannya. Pada kawasan ini sumber makanan orangutan, maupun bekantan cukup melimpah. Seandainya orangutan dilepasliarkan pada kawasan yang tidak ada makanannya, sama juga membunuh mereka. Karena itu, ia menilai di kawasan ini,cocok untuk pelepasliaran orangutan ditempat ini," ujar sosok yang pernah juga menjadi mantan camat Tumbang Titi. 
Selain Pemkab ketapang yang mendukung pelestarian orangutan dan satwa liar lainnya. Bupati Ketapang menyebutkan masyarakat Sungai Tengar juga sangat mendukung sekali. Bahkan, ada memancing "lelabi" saja mereka laporkan kepada kepala dusun. Kemudian kepala dusun menyampaikan ke Bupati Ketapang. Supaya kawasan Sungai Tengar tetap lestari, Pemkab ketapang akan membangun camp di kawasan NKT. Camp tersebut dapat dimanfaatkan mitra kerja yang mengelola kawasan NKT. "Kalau hanya ditetapkan tapi tidak ada yang ahli dibidangnya, hasilnya juga tidak bagus, kita akui di Pemda ketapang masih minim keahlian mengelola orangutan, supaya tepat guna, lebih baik pemda kerjasama denhan mitra kerja," tutur Bupati ketapang usai meninjau kawasan NKT sungai Tengar. 
Sementara itu, Yayasan IAR Program ketapang sangat terkesan dengan lokasi kawasan NKT sungai Tengar. Selain binatang langka yang mudah ditemukan, air sungai juga masih asri. "Berbeda dengan air Sungai Kepulu, Pematang Gadung yang dialiri air dari penambangan," ujar salah satu personal Yayasan IAR saat di lokasi kawasan NKT. 
Selain kelestarian lingkungan hidup, Bupati Ketapang berharap kawasan dengan nilai konservasi tinggi dapat mendukung sektor pariwisata. Dengan kawasan NKT dapat disinergiskan melalui wisata pantai, dan pulau. Kawasan perairan Pulau sawi cocok untuk memancing dan menyelam. Terumbu karangnya masih asri. Pantainya juga indah dan tidak berlumpur. "Antara kelestarian lingkungan hidup dan pariwisata bisa saling sinergis, dan masyarakat sangat mendukung sekali," tambah Henrikus. 
Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, dan dukungan kepala daerah, pihak Yayasan IAR Program Ketapang menyatakan akan segera mengkomunikasikan dengan atasan mereka di Bogor. Mereka juga berharap kerjasama akan terus terbangun. Kesan dari Yayasan IAR Ketapang ini terungkap saat mereka melakukan dialog langsung dengan Bupati Ketapang usai peninjauan di lapangan.***(andy candra/humas)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya