KETAPANG-Para petani diTujuh Belas Desa,Kecamatan Sai Melayu Raya,Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat,mendambakan adanya pabrik mini untuk pengolahan (TBS) Tandan Buah Segar kelapa sawit.
Menurut Sekretaris Desa Sei Melayu Raya,Rudiansyah,kepada LKBK,Sabtu,(01/02/14),selama ini para petani sawit diKecamatan itu rata-rata dari penduduk Transmigrasi yang menjual hasil TBSnya ke perusahaan lain.Dimana jarak tempuhnya ratusan kilo,hal ini mengakibatkan TBS diambil dengan harga murah."Karena dipotong untuk biaya angkut,harga yang seharusnya Rp.1500,-per kg,saat ini TBS diambil kepetani seharga Rp.900,-per kgnya,wajar saja jika sekarang petani mendambakan pabrik mini,karena kewalahan dengan murahnya harga Tandan Buah Segar ".jelas,Rudiansyah.
Dikatakannya,Rata-rata para petani sawit diKecamatan itu bisa menghasilkan Plasma 300 hingga 500 Ton perhari.Maka kalau tidak dibangun pabrik mini diKecamatan itu sangat disayangkan.
Menyikapi persoalan itu,maka ia berinisiatif telah menyiapkan lahan seluas 200 hektar,untuk lokasi pendirian pabrik dan telah mengajukan Proposal keinvestor di Jakarta."Proposal yang kita ajukan untuk pendirian pabrik mini didaerah itu,sudah mendapat respon oleh PT.Sabar Ganda Jakarta dan PT.Suara Alam Nusantara Surabaya.Namun kini hanya kendalanya belum ada Izin mendirikan pabrik dari Bupati aja"akunya.
Karena untuk kepentingan serta bentuk kepeduliannya pada masyarakat petani di Kecamatan Sei Melayu Raya,agar harga Tandan Buah Segar sawit tidak terlalu rendah.Rudiansyah berharap,Bupati bisa menanda tangani izin pendirian pabrik mini itu"ujarnya.***(Ags.H)
Keterangan Gambar : Rudiansyah Sekdes Sai Melayu Raya

