» » » Diundang Ke Jepang,Henrikus Jujur Khawatir Gunakan Pesawat Terbang

Diundang Ke Jepang,Henrikus Jujur Khawatir Gunakan Pesawat Terbang

Penulis By on Rabu, 11 Desember 2013 | No comments

Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si mengatakan pihaknya tetap konsisten terhadap pelestarian alam. Penegasan Bupati Ketapang ini disampaikan ketika menerima kunjungan Dirjen PHKA Kementerian Kehutanan RI, DR.Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc dan Shigero Takahar Chief Advisor Ind Japan REDD+ diruang kerja Bupati Ketapang, Kompleks Pendopo Bupati Ketapang, Rabu (11/12) pagi kemarin. 

KETAPANG(LKBK)-Kedatangan Dirjen PHKA Kementerian Kehutanan RI dan Tim Proyek IJREDD+ menjelaskan kegiatan Indonesia - Jepang For Development di daerah sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Palung, serta sosialisasi kebijakan jasa lingkungan dan wisata alam kick Off Meeting Project lingkup wilayah kerja Taman Nasional Gunung Palung, serta sosialisasi kebijakan Jasa Lingkungan dan wisata alam. 
Menurut Humas Sekda Ketapang,bahwa dalam pertemuan itu diuraikan proyek IJREED+ dan Direktorat pemanfaatan Jasa Lingkungan kawasan konservasi dan hutan lindung sebagai Project Executing Agency merencanakan kegiatan Kick Off Meeting IJREED+ project lingkup wilayah kerja Taman Nasional Gunung Palung. Demikian juga sosialisasi kebijakan jasa lingkungan dan wisata alam yang dilaksanakan pada 11 Desember 2013 di Ketapang. Dimana, kegiatan ini merupakan tindaklanjut Kick off Workshop lingkup Kalbar tanggal 1 Oktober 2013 di Pontianak. 
Diterangkan Dr.Ir. Bambang Supriyanto M.Sc, bahwa selanjutnya proyek IJREED+ merencanakan kegiatan visiting program to Japan pada 1-8 Februari 2014. Dengan agenda kegiatan berupa kunjungan lapangan, seminar internasional REED+ dan dialog CSR kehutanan dengan pengusaha Jepang. "Kami sangat berharap dukungan dan keterlibatan aktif para pihak, khususnya instansi pemerintah Kabupaten Ketapang dalam pelaksanaan kegiatan tersebut," tegas Dr. Ir. Bambang Supriyanto M.Sc. 
Dalam kesempatan itu Tim Proyek IJREDD+ mengundang langsung Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si untuk sharing pengalaman pelestarian dan pemeliharaan lingkungan ke Jepang. Namun, undangan tersebut belum diputuskan Bupati Ketapang. Sejujurnya, Drs Henrikus M.Si mengakui dirinya khawatir jika bepergian menggunakan pesawat terbang. 
Undangan langsung itu disampaikan dan Tim Proyek IJREDD+ setelah mereka mendengarkan penuturan langsung Bupati Ketapang, yang tetap komitment terhadap pelestarian lingkungan hidup. Sesuai janji politiknya, pada masa pemerintahannya tidak ada mengeluarkan izin perkebunan sawit dan izin pertambangan baru. "Zero growth untuk izin sawit dan tambang, kita oftimalkan yang sudah ada," ucap Henrikus. 
Pada era pemerintahannya, kebun yang diutamakan adalah kebun pangan, terutama padi. Kebijakan swasembada pangan ini penting untuk mengantisipasi bencana rawan pangan. 
"Kita tetap konsisten pada pelestarian lingkungan hidup, belum lama ini saya bersama yayasan IAR (International Animal Rescue) meninjau kawasan dengan Nilai konservasi Tinggi Sungai Tengar," kata Henrikus menjelaskan. 
Pada kawasan ini masih lestari, dan ditempati orangutan, bekantan dan lain-lain. Kelestarian kawasan NKT Sungai Tengar diharapkan Bupati Ketapang bisa disinergiskan dengan wisata bahari, pantai Sungai Tengar dan Perairan Pulau sawi. Panorama alam dengan pantai indah tanpa lumpur, perairan laut untuk memancing dan menyelam, ditambah kawasan NKT Sungai tengar. Maka, menjadikan Sungai tengar sebagai lokasi yang sinergis antara wisata alam dan pantai.***(andy candra/humas)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya