HUKRIM

hukrim
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Kapolres Sekadau Lakukan Touring,Ciri Polisi Modern Masyarakat Tidak Lagi Sebagai Obyek

SEKADAU-Disela sela kesibukannya mengelola management operasional dan pembinaan Polres,AKBP Yuri Nurhidayat S.Ik MH,Kapolres Sekadau Kalimantan Barat melakukan touring bersama komunitas penggemar olah raga bermotor.

Menurut Kapolres Sekadau AKBP Yuri Nurhidayat S.Ik MH,banyak manfaat yang bisa diambil dalam kegiatan ini, antara  lain dapat menyalurkan hoby yang terpendam, mengenali wilayah hukum Polres Sekadau sampai ke pelosok, sehingga dapat mengetahui karakteristik daerah dan masyarakatnya,melaksanakan perintah Kapolri untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat, baik masyarakat penggemar olah raga bermotor juga komunitas lainnya.

“Dan yang tidak kalah pentingnya adalah membangun kebersamaan, karena ciri ciri Polisi Modern itu masyarakat tidak lagi sebagai obyek dalam pembinaan kamtibmas, tetapi masyarakat sebagai subyek atau pelaku dalam mewujudkan rasa aman masyarakat, untuk mewujudkan itu perlu dibangun komunikasi yang intensif diantaranya melalui kegiatan seperti ini. Serta olah raga melatih fisik agar tetap terjaga”,kata Yuri Nurhidayat.

Sementara itu Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Drs. Suhadi Sw.M.Si,kepada Portal LKBK65,Minggu (08/01/2017) malam,menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Kapolres Sekadau itu sebagai bentuk implementasi dari Program  Perpolisian Masyarakat,( Polmas) terutama pendekatan Interes atau Hobby.

“Melalui kegiatan yang dilakukan Kapolres bersama Komunitas Motor tersebut, disamping apa yang disebutkan terdahulu oleh Kapolres juga bermanfaat dalam membangun kebersamaan dengan komunitas, mempererat tali persaudaraan dan tumbuhnya rasa senasib seperjuangan atau jiwa Korsa,kebersamaan jiwa saling menolong dan tidak memikirkan diri sendiri. Hal  itu perlu terus  dibangun agar mereka tumbuh rasa memiliki,tumbuh rasa kegotong royongan dan tumbuh empaty terhadap lingkungannya,”ujar Suhadi.

Touring ini dilaksanakan didaerah pedalaman Polres Sekadau ke wilayah pedalaman kecamatan Sekadau Hilir dan Belitang Hilir pada hari Minggu tanggal 8 Januari 2017 pukul 08.00 Wib s/d 19.00 Wib, dengan hasilnya adalah,kegiatan patroli diikuti oleh Kapolres, bersama pejabat utama Polres dan Polsek serta klub motor Star Ngerumsa Kabupaten Sekadau sebanyak 30 orang.

Sasaran Touring sekaligus  patroli pedalaman ini adalah daerah yang tidak terjangkau oleh kendaraan roda 4 dan roda 2 biasa sehingga menggunakan sepeda motor  trail. Selama kegiatan berlangsung para peserta melaksanakan bakti sosial membagikan alat tulis kepada anak anak pelajar sekaligus memberikan himbauan kepada masyarakat yang dilalui.  Kemudian menghadiri acara resepsi pernikhan  warga masyarakat, menyambangi masyarakat yang sedang beribadah di Gereja. Dan kegiatan berakhir di Polres Sekadau,Minggu (08/01/2017) pukul 19.30 malam.***(Halim Anwar/LKBK65).

Gambar: Documen Humas Polda Kalbar untuk Portal LKBK65.
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___

Seratus Lebih Pejabat Pemkab Ketapang Diambil Sumpah dan Dilantik Bupati, Ini Harapan Masyarakat

KETAPANG-Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Bupati Ketapang telah mengambil sumpah jabatan dan melantik seratus lebih pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang, yang terdiri dari pejabat tinggi pratama dan pejabat administrator,Selasa (03/01/2017) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Jalan H.Agus Salim Ketapang.

Dengan telah diambil sumpah jabatan dan dilantiknya para pejabat tinggi pratama dan pejabat administrator Pemkab Ketapang itu, banyak warga masyarakat di kabupaten paling selatan Kalimantan Barat ini berharap, bahwa dengan adanya penyegaran yang dilakukan oleh Bupati Martin Rantan terhadap para pembantunya yang memiliki sumber daya manusia yang mantap dalam mengelola Pemerintahan Kabupaten Ketapang tersebut, ke depan Ketapang lebih maju lagi dengan berbagai pembangunan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Saya berharap agar mereka selalu mengutamakan kepentingan masyarakat Ketapang diatas kepentingan pribadi”, pinta Yasa Nagari alias Pak Usu Akok, salah satu tokoh masyarakat Ketapang, kepada Portal LKBK65,Rabu (04/01/2017) pagi.***(Halim Anwar/LKBK65).

Gambar: Yasa Nagari alias Pak Usu Akok, salah satu tokoh masyarakat Ketapang.***(Ist).
____

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___

Diundang Naik Haji,Ini Cerita Profesor Dr.H.Ikhsan Tanggok,Mantan Wartawan Acaya Biro Jakarta

JAKARTA-Prof.Dr.H.Ikhsan Tanggok Msi,yang berasal dari Sungai Purun Besar sebuah Desa di Kecamatan Jungkat Kabupaten Mempawah,Kalimantan Barat ini pernah menjadi Wartawan Akcaya Biro Jakarta,dia adalah salah satu diantara nanusia paling beruntung, pasalnya tahun 2012 saat umroh Ikhsan Tanggok ketemu dengan Haji Max Jusuf Alkadrie di halaman Masjidil Haram, Profesor Ikhsan Tanggok bercerita bahwa Mantan Menteri Agama, Prof.Dr.Habib Sayid Said Agil Almunawar,MA nenghubungi kawannya pejabat urusan Haji dan Umroh Kerajaan Saudi, dan menyampaikan bahwa ada seorang Profesor Universitas Islam Negeri belum berhaji. 

“Saya ajak Profesor berdoa untuk berhaji. Pulang Umroh saya ditelpon oleh Profesor Ikhsan Tanggok,ada kabar gembira beliau diminta menyiapkan pasport dirinya serta istri,dan diurus Kedutaan Saudi berangkat haji Oktober 2012”,kata Max Jusuf Alkadrie, seraya menjelaskan bahwa di tahun 2016 ada undangan dari Kerajaan Saudi yang diterima Ikhsan Tanggok untuk nenghadiri Seminar Haji oleh Menteri Haji dan Umroh Kerajaan Arab Saudi. Ada 3 Profesor dari Indonesia. Berjuang untuk penambahan quota dari negara-negara  non Muslim yang tidak terpakai.***(Halim Anwar/LKBK65).
____

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

___

In Memoriam dr Bong: Melepas Kepergian "Pendekar Selembe"

PONTIANAK-Kabar duka datang dari Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tanjungpura, Minggu, 25 Desember malam sekira pukul 21.40. Bahwa mantan direktur RSUD dr Soedarso yang juga mantan Walikota Pontianak dua periode, dr H Buchary Abdurrahman, SpKK telah menghembuskan napasnya yang terakhir. Jenazah dokter ahli penyakit kulit dan kelamin ini akan disemayamkan di rumah duka Jl Seram No 11 dan akan dishalat jenazahkan selepas shalat zuhur berjamaah di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak. Beliau yang sehari-hari akrab disapa dengan dr Bong akan dimakamkan di Pemakaman Muslimin Jalan Sepakat 1 tak jauh dari rumah jabatan walikota di BLKI yang dahulu pernah dia tempati. Namun kini dia akan segera bersemayam di Sepakat 1 untuk selama-lamanya.

Buchary adalah angkatan awal dari SMAN 1 Pontianak. Ia yang memang cerdas dalam ilmu hitung dan kimia berhasil lolos ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia tercatat sezaman dengan pahlawan asal UI yang gugur di peristiwa 66 Tritura, Arif Rahman Hakim. Hal ini pernah saya tanyakan kepada beliau. "Arif Rahman itu sama-sama dengan saya di Kedokteran UI. Saat demonstrasi mahasiswa menuntut Orde Lama, dia tertembak," ungkapnya. 

Saya mengenal dr Buchary dengan baik sejak beliau menjadi direktur di RSUD dr Soedarso. Maklum, kami anak Sungai Raya Dalam dimana RSUDS bercokol. Kemudian di saat saya mengelola tabloid Mimbar Untan sekaligus reporter di Radio Volare, saya kerap kali menjadikan dr Bong sebagai narasumber terutama bidang kesehatan dan dakwah. Atau singkat cerita, bidang kesehatan yang berhubungan dengan ajaran Islam. dr Bong punya "sense of religi". Tak heran beliau menjadi Ketua Orwil ICMI Kalbar, dewan penasehat Forum Umat Islam Kalbar, dan juga pengurus Yayasan Mujahidin. 

Buchary menjadi dokter karena pilihan dan cita-citanya. Cita-cita ini terlecut ketika kakek yang sangat dia sayangi jatuh sakit dan amat sulit mendapatkan dokter. Sang kakek menghembuskan napas terakhir karena dokter telat tiba di rumah kawasan Wak Serang, depan Pelabuhan Pontianak. Maka, akibat kelangkaan tenaga dokter itulah dia menempa diri menjadi dokter, dan cita-cita itu tercapai. Ia bahkan menjadi direktur di RSUD dr Soedarso. 

Memiliki posisi strategis dan populis, Buchary dilamar Golkar untuk maju menjadi calon walikota. Ia berhasil menang dengan mengalahkan calon lain, yakni RA Siregar, Agus Salim dan Said Dja'far. Di periode pertama dia berduet dengan Salman Djiban dan periode kedua bersama Sutarmidji. 

Jabatan walikota pun diembannya sampai 10 tahun. Ia mencapai jabatan puncak dengan mudah sehingga sebagian orang Pontianak menggelarinya dengan "pendekar selembe". Gaya selembe (tenang/santai/easy going) menyebabkan warga tak sulit menemui beliau. Bisa ditemui di kantor atau di rumah. Ia bisa menerima tamu hingga larut malam. Dengan demikian urusan apapun menjadi cepat kelar. Di sini rahasia kehebatan beliau yang selalu berikrar bahwa walikota itu adalah wali-nya kota. "Walikota itu adalah public servant. Atau pelayan publik. Bukan minta dilayani publik." Di masa jabatan Buchary yang mana Kalbar masih rawan gejolak sosial, pengungsian masih memenuhi sejumlah arena publik Kota Pontianak berhasil diurai satu per satu. Asrama Haji bisa difungsikan kembali. Begitupula GOR Pangsuma hingga Stadion Sultan Syarif Abdurrachman Alkadrie. Buchary juga merawat kota dengan penerangan di sekeliling tapal batas. Di bidang sepakbola yang digemarinya, Persipon juga berhasil lolos ke Liga Utama.

Di sana letak kehebatan beliau, namun di sana juga letak kelemahan beliau. Dari sejumlah nomenklatur bantuan sosial APBD dia terjerat kasus hukum sehingga masuk bui, walaupun dana yang terselewengkan dikembalikan. 

Buchary "selembe" menjalani hukuman di hotel prodeo. Sikap "selembe" yang berakar dari jiwa ikhlas. Namun Tuhan Maha Baik. Dia Maha Tahu apa yang terbaik. 

Di dalam jeruji besi Buchary tidak seperti napi lainnya. Dia dapat tempat terhormat sebagai dokter. Dia merawat pasien bahkan sipir penjara. Dia dieluk-elukan sebagai kepala klinik kesehatan. Apalagi di dalam rumah tahanan yang sama Buchary ternyata tidak sendiri. Dia juga bersama dengan sejumah pejabat publik lainnya, bahkan kepala daerah lainnya, termasuk paramedis, sehingga dia punya staf di klinik. Di sana pula Buchary menerima banyak tamu dan kolega yang berempati dengannya. Dengan demikian dunia memang tak selebar daun kelor, atau tak bisa dibatasi dengan jeruji besi. Hubungan sosial tetap terjalin dengan mesra bersama Buchary. 

Keluar dari tahanan nama baik Buchary tetap kemilau. Dia berkhidmat di RSP Untan selain "buka praktik" sebagai dokter ahli. Namun di RSP pula dia menghembuskan napas terakhirnya. 

Dokter pemula putra daerah Kalbar ini sejatinya memang berjiwa kasih dan lembut. Bercita-cita menjadi dokter dan wafat dalam khidmat sebagai dokter di RSP Untan. Dia turut memimpin RSP Untan karena ilmu dan keahliannya. Dan melalui pendidikan, dokter putra daerah Kalbar yang dahulu langka, sekarang sudah periodik mewisuda dokter-dokter muda. Maka di sana terpancar rasa bahagia dari Pendekar Selembe. 

dr Bong punya perjalanan hidup berlika-liku. Suatu saat begitu indah di mana posisi jabatan politik menjadi bonus dari popularitasnya sebagai dokter dengan segenap puja-puji, sekaligus tentu saja pahit getir yang ternyata satu paket di dalamnya. 

Menjadi pertanyaan kenapa orang sebaik Buchary bisa masuk bui? Berkatalah hakim, "Baik saja tidak cukup. Harus teliti. Sebab jika semua dokumen yang disodorkan diteken karena baiknya hati, ini bisa jadi perangkap!"

Dari dr Bong kita bisa bercermin banyak pelajaran hidup. Selamat Jalan dr Bong, Pendekar Selembe. Insya Allah khusnul khotimah.***

Oleh: Nur Iskandar.
____

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___

Bulan Ini Bupati Rusman Ali Dua Kali Terima Penghargaan Tingkat Nasional,Berikut Komentar Warga Kubu Raya

KUBU RAYA-Seperti diberitakan sebelumnya bahwa, Bupati Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat,H.Rusman Ali,SH, pada bulan Desember 2016 ini telah menerima dua penghargaan, yakni yang pertama adalah penghargaan Tingkat Nasional Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dari Kepala Ombudsman RI atas prestasinya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,yang diterimanya di Jakarta pada hari Rabu, tanggal 07 Desember 2016.

Selanjutnya pada hari Kamis,tanggal 08 Desemeber 2016,kembali Bupati Kabupaten Kubu Raya,H.Rusman Ali,SH, menerima penghargaan Tingkat Nasional di Surabaya dari Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia sebagai Kabupaten Peduli HAM yang diserahkan langsung oleh Menteri Menkum HAM,Yasonna Laoly.

Berkaitan dengan penghargaan yang telah diterima H.Rusman Ali,SH selaku Bupati Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dipastikan warga masyarakat yang ada di daerah itu, bersuka cita dan menyambut gembira atas prestasi di tingkat nasional yang telah diraih oleh kabupaten satu-satunya yang ada di Kalimantan Barat.

Salah satu warga dan tokoh masyarakat Kabupaten Kubu Raya,Andi Tendri Sangka, menyambut gembira atas prestasi yang diraih oleh Pemkab Kubu Raya. Andi Tendri Sangka memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas kepemimpinan H.Rusman Ali,SH sebagai Bupati yang telah membawa nama baik Kubu Raya ditingkat Nasional.

Hal yang membanggakan bagi Andi Tendri Sangka adalah Kabupaten Kubu Raya,satu-satunya di Kalimantan Barat, yang mendapatkan penghargaan ditingkat Nasional.

“Saya sebagai warga Jalan Tebu,Gang Permata Griya,Telok Pakedai,Desa Selat Remis, Kecamatan Telok Pakedai,sangat bangga dan memberikan apresiasi sangat tinggi kepada Pak Bupati H.Rusman Ali,SH yang telah membawa nama baik Kabupaten Kubu Raya ke tingkat nasional,dengan prestasi ini,bearti Pak Rusman, benar-benar memegang teguh amanah warga masyarakat Kubu Raya yang telah memimilih beliau sebagai pimpinan kami, artinya kami tidak salah pilih,”ungkap Andi Tendri Sangka, ketika dihubungi Portal LKBK65.co.id, belum lama ini.

Selanjutnya untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi Bupati Kubu Raya,H.Rusman Ali,SH dalam membawa daerahnya untuk berprestasi lebih baik lagi, dan agar lebih banyak memperoleh penghargaan di tingkat nasional lagi, Andi Tendri Sangkar minta agar H.Rusman Ali memantau secara langsung pelaksanaan pembangunan yang dikerjakan oleh para stafnya.

“Saya minta kepada Pak Rusman agar turun dan memantau langsung pelaksanan pembangunan yang dikerjakan oleh para stafnya dilapangan, dan menindak tegas para stafnya, termasuk para Kepala Dinas nya yang nakal,sebab bagaimanapun prestasi yang diperoleh Pak Bupati tidak terlepas dari para stafnya”,pungkas Andi Tendri Sangka selaku warga dan tokoh masyarakat Kabupaten Kubu Raya.***(Halim Anwar/LKBK65.co.id).

Gambar: H.Rusman Ali,SH,Bupati Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat ketika menerima penghargaan Tingkat Nasional Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dari Kepala Ombudsman RI di Jakarta,atas prestasinya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, dan menerima penghargaan Tingkat Nasional di Surabaya dari Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia sebagai Kabupaten Peduli HAM. Serta Gambar Tokoh Masyarakat Kabupaten Kubu Raya,Andi Tendri Sangka.***(Ist).
____

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___

Mantan Menteri Keuangan di Zaman Presiden Soeharto, Mar’ie Muhammad Meninggal Dunia

JAKARTA-Mantan Menteri Keuangan RI Mar’ie Muhammad,77 tahun,Minggu,11 Desember 2016 sekitar pukul 01:37 wiba meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Otak Jalan MT.Haryono,Cawang, Jakarta Timur,setelah dirawat pertengahan bulan November 2016.

Jenazah Mar’ie Muhammad yang merupakan tokoh nasional, dan pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada zaman Orde Baru itu, akan di makamkan,Minggu,tanggal 11 Desember 2016, Ba’da Dzuhur di TPU Tanah Kusir,Jakarta,sebelumnya jenazah akan disholatkan di Masjid  Al-Azhar.

Mar'ie Muhammad adalah putra terbaik Indonesia yang lahir di Surabaya,pada 3 April 1939 silam, diberikan kepercayaan oleh Presiden Soeharto, pada tahun 1993 – 1998 memegang tampuk pimpinan di Kementerian Keuangan.

Selain sebagai Menteri Keuangan, Mar’ie Muhammad juga pernah menduduki sejumlah jabatan penting, dan terakhir Mar’ie adalah sebagai Komisaris Utama di PT Bank Syariah Mega Indonesia.***(Muhammad Fahrozi/LKBK65).

Gambar: Mantan Menteri Keuangan,Alm.Mar’ie Muhammad.***(Doc.Istimewa).
____

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___



Alfianur : “Benang Merah Perselisihan Kemitraan Perusahaan USP dengan Masyarakat Mulai Terurai”

KETAPANG-Respon positif dan gerak cepat Kapolres Ketapang telah membuka kran solusi atas persoalan kemitraan Perusahaan dengan masyarakat. Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Ketapang Alfianur,dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN),Senin (28/11/2016) pagi kepada Portal LKBK65.

Menurut Alfian,bahwa muara persoalannya secara umum adalah kurangnya komunikasi dengan masyarakat setempat dan juga tidak maksimalnya kerja Koperasi yang merupakan mitra utama Perusahaan. Ditambah lagi program CSR Perusahaan yang terkesan berjalan ditempat.

“Terkait dengan Koperasi,bahwa sejatinya Perusahaan punya kewajiban penuh dalam melakukan pembinaan terhadap mitra kerjanya,inilah bagian dari akar persoalan keterlambatan penyelesaian kemitraan ini. Koperasi yang sudah berdiri sejak 2008, sampai hari ini (Nopember 2016-Red). Belum beres dengan pendataan bahkan ploting area yang sejatinya sudah terlaksana tapi masih dalam proses rencana. Jangan sampai manajemen perusahaan hanya menjadikan Koperasi sebagai stempel saja. Sungguh ironis. Bagaimana mau memajukan dan meningkatkan kesejahteraan Anggota kalau Manajemennya bermasalah. Kami melihat persoalan ini karena minimnya upaya pembinaan terhadap mereka”,kata Alfian.

Kata Alfian,akar persoalan ini terungkap Ketika Kapolres Ketapang mengundang pertemuan di Ketapang dengan para Kades pengurus Koperasi dan perwakilan Anggota Koperasi, (walaupun Ketua Umum Koperasi tidak hadir-Red). patut kita apresiasi yang tinggi kepada Kapolres Ketapang atas mediasi ini, masyarakat merasa benar-benar terbantu dalam perjuangan hak-hak normatif mereka. Dan ini bentuk intervensi positif sebagai upaya penyelesaian yang baik berkelanjutan dan bisa diterima semua pihak.

“Sehari setelah pertemuan tersebut perwakilan Koperasi, menemui Kepala Dinas Perindagkop Bapak Joko dan bagian tehnis  yang membidangi Koperasi untuk meminta masukan  petunjuk pemahaman dan arahan yang mencerahkan dalam rangka pembenahan Koperasi ke depan”, kata Alfian.

Selanjutnya Alfian berharap,semoga dengan pertemuan tersebut akan menjadi pintu masuk penyelesaian kemitraan yang berkepanjangan ini. Sehingga kedepan semua Perusahaan dapat menjalankan investasinya dengan baik,profesional,adil dan terpenting adalah dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat disekitarnya. Jika sebaliknya menambah masalah, masyarakat hanya jadi penonton lebih baik bersiap-siap undur diri dan atau di take over saja kepada Investor lain yang dianggap mampu menjalankan perusahaan perkebunan dengan harapan dampak positifnya benar-benar nyata dirasakan oleh masyarakat. 

“Kami juga menghimbau kepada Perusahaan Perkebunan Sawit yang sering menggunakan jalan  yang di biayai melalui APBD maupun ABPN. Hendaknya tahu dirilah. Bahwa tidak dibenarkan mempergunakan jalan-jalan Negara tersebut  untuk kepentingan operasional Perusahaan, Pemerintah daerah terlalu longgar dalam menyikapi persoalan ini. Dan kami belum melihat jelas apa kontribusi Perusahaan yang menggunakan Jalan Negara tersebut sebagai bentuk kepedulian atas kerusakan jalan yang di sebabkan oleh operasional Perusahaan. Terutama angkutan TBS dan CPO”,ungkap Alfianur.

Menyinggung Program CSR, menurut Alfian bahwa mengingat Program CSR ini adalah bagian dari tanggung jawab perusahaan tentu dirinya berharap agar perusahaan membuat rencana kerja yang terukur,adil dan menyentuh langsung dengan kepentingan masyarakat terutama membantu dalam program pendidikan peningkatan Sumber Daya Manusia, pemeliharaan jalan-jalan desa, penyediaan air bersih dan lain sebagainya.

“Disamping kewajiban juga  sebagai bentuk menghargai masyarakat di sekitar perusahaan yang sudah ada jauh sebelum perusahaan hadir mendapatkan HGU. Perusahaan harus bermitra dan mengayomi masyarakat dengan baik, membangun komunikasi yang baik, agar kehadiran perusahaan dapat nyata dirasakan manfaatnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan tentu masyarakat pasti akan menyambut dengan baik pula”,pungkas Alfianur.***(Halim Anwar/LKBK65).

Gambar: Alfianur Anggota DPRD Ketapang dari  Fraksi PAN.***(Ist).
____

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
____

Pelaku Kejahatan Narkotika Yang Ditangkap Polisi Marau,Kado Terakhir Untuk Iptu Jami’ad, Ini Penyebabnya

MARAU-Penangkapan terhadap tiga orang pelaku yang diduga pengedar dan pengguna narkotika jenis sabu-sabu oleh jajaran Polisi Sektor Marau,Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, beberapa hari yang lalu merupakan kado terakhir buat Iptu Jami'ad (43) yang ketika itu menjabat sebagai Kapolsek Marau sejak 4 Nopember 2015, dan kini mendapat tugas yang baru sebagai Kasat Intel di Polres Kabupaten Kayong Utara,Kalimantan Barat.

Suami dari Ida (41) dan telah dikaruniai sebanyak 2 orang anak yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP dan kelas 3 SD ini saat ditemui Portal LKBK65,belum lama ini mengatakan, bahwa dirinya akan selalu berbuat yang terbaik untuk masyarakat.

“Harapan saya kepada masyarakat khususnya Kecamatan Marau, Singkup dan Air Upas yang wilayahnya cukup luas dan  masuk dalam wilayah hukum Polsek Marau,agar saling membantu mengungkap segala kasus pidana,salah satunya masalah narkoba,mengingat  keterbatasan personil yang berada di Mako Polsek Marau",harapnya.

Selanjutnya kata Jami’ad, bahwa masalah narkoba yang sudah masuk ke daerah pedalaman dan membuat resah masyarakat serta anak-anak kita, harus diawasi setiap saat dan jangan lepas kontrol agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba, dan diharapkan menjadi polisi bagi diri sendiri.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selalu menjalin kerjasama dengan kami selama ini. Dan mohon maaf yang sebesar-besarnya  apabila selama saya bertugas terdapat perkataan dan perbuatan yang menyinggung perasaan dari semua pihak",pinta Iptu Jami'ad.

Sementara itu,Iptu Sabariman akan menggantikan Iptu Jami'ad sebagai Kapolsek Marau yang di perkirakan sertijabnya pada tanggal 1 Desember 2016 yang akan datang.***(Wan Usman/LKBK65).

Gambar: Iptu Jami’ad bersama Istri.***(Ist).
____

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
____

Ternyata Kekayaan Jokowi Melebihi Kekayaan Soeharto,Ini Fakta...!!!

BARU saja satu tahun lebih menjabat sebagai Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Joko Widodo atau yang lebih akrab dipanggil Jokowi,kekayaannya saat ini sudah melebihi kekayaan Soeharto di masa lalu,pertambahannya berlipat-lipat setiap bulannya,dan terus meningkat fantastis setiap waktunya,bayangkan PPATK dan KPKpun sudah tidak mampu lagi menghitung pertambahannya.


Hal itu disampaikan salah satu warga DUMAY (Dunia maya),Arief A.Soedjono dalam statusnya di laman media sosial Facebook yang dikutip dan diedit Lembaga Kantor Berita Kalimanan menjadi sebuah berita yang menghebohkan Dunia Maya.

“Ini Bukan Fitnah tapi Fakta yang bisa dibuktikan,”tulis Arief serius.
Ini buktinya,kata Arief A.Soedjono.


“Kekayaan Jokowi yang tidak ternilai dan lebih berharga dari berton-ton emas,adalah ; kepercayaan masyarakat,semangat bekerja untuk mengabdi dan melayani Masyarakat,dan peran media massa yang menyorot dan menilai dengan sorotan positif terhadap sosok Jokowi,”tegas Arief A.Soedjono.

Itulah,kata Arief, sederet bukti kekayaan Jokowi yang tidak ternilai harganya dan terus meningkat fantastis setiap waktu.

“Semoga dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin lainnya dan para Calon Wakil Rakyat yang berniat menimbun harta kekayaannya,”pungkas Arief A.Soedjono warga dunia maya di laman facebooknya yang menghebohkan itu.***(Editor : Halim H.Anwar/LKBK)



>Keterangan Gambar : 1. Gubernur DKI Jokowi.***(doc.Ist). 2. Arief A.Soedjono.**(doc.Fb Arief)

Dr.Eggi Sudjana.SH.M.Si, Tanggapi Foto Chairul Tanjung Mununjuk SBY

Foto : Dr.Eggi Sudjana.SH.M.Si, Kiri Saat Foto Di Pilkada Jatim
Foto : Chairul Tanjung menunjuk Presiden SBY
(lkbkalimantan.com)
Maraknya Pemberitaan  media massa,baik cetak,elektronik maupun media online terkait foto Chairul Tanjung yang sedang menunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam foto yang ramai beredar di Twitter tersebut, disebutkan Chairul Tanjung marah kepada SBY, Rabu,25 September 2013, masyarakat banyak yang  menanggapinya.

Inilah salah satu Tokoh Masyarakat yang langsung menghubungi Redaksi Beritalima.com (26/9). 

Eggi Sudjana yang pada Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur Kemaren ikut bertarung ikut bicara "tidak mungkin  Chairul Tanjung beramo menunjuk presiden seperti dalam foto itu, itu rekayssa, saya tahu persis Chairul Tanjung, untuk itu saya berani mengatakan kalo itu tidak benar" tutur  Bang Eggy Panggilan akrabnya yang menghubungi langsung ke beritalima.com.

"Saya Tau persis Karakter Chairul Tanjung, beliau seorang pengusaha, beliau butuh pemerintah untuk perijinan dan lainnya" Tambah Eggy
Redaksi akan selalu memuat tanggapan masyarakat terkait berita yang ada di media online, termasuk hak jawab dari nara sumber ketika beritalima.com atau yang tergabung dalam Aliansi media online & Telekomunikasi.com (AMOI) (Red)


berita sebelumnya.

Hebooooh...!!! Chairul Tanjung Marahi Presiden SBY

Selengkapnya baca di media group yang tergabung di Aliansi Media Online & Telekomunikasi Indonesia (AMOI)
http://www.lkbkalimantan.com/2013/09/hebooooh-chairul-tanjung-marahi.html
http://www.beritalima.com/2013/09/hebooooh-chairul-tanjung-marahi.html
http://www.caleg-indonesia.com/2013/09/hebooooh-chairul-tanjung-marahi.html
http://www.nocantikku.com/2013/09/hebooooh-chairul-tanjung-marahi.html
http://www.cak-efendi.com/2013/09/hebooooh-chairul-tanjung-marahi.html
http://www.borneotime.com/2013/09/hebooooh-chairul-tanjung-marahi.html
http://www.wartamalut.com/2013/09/hebooooh-chairul-tanjung-marahi.html
http://www.ipppk.com/2013/09/hebooooh-chairul-tanjung-marahi.html
http://www.apnpjatim.com/2013/09/hebooooh-chairul-tanjung-marahi.html

Bung Tomo Award Mulai Melakukan Penjaringan Lewat Usulan Masyarakat

Panitia BTA Saat jumpa Pers Di Jl. Pahlawan 64
SURABAYA – Bermula pada tahun 2009 saat buka puasa bersama Gubernur Jawa Timur yang saat itu diwakili oleh H. Syaifullah Yusuf, tercetuslah Ajang Bung Tomo Award (BTA) yang diusulkan oleh H. Syaifullah Yusuf (Wagub Jatim), namun pelaksanaan BTA diawali pada tahun 2011  dan sejak itu BTA diadakan secara terus menerus pada setiap tahunnya.

Wartawan yang meliput jumpa pers BTA
Untuk tahun ini akan  digelar kembali BTA dan pemenangnya  akan diberikan penghargaan bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November mendatang.

Ketua Panitia BTA 2013, Yousri Nur Raja Agam mengatakan, penghargaan BTA tahun ini merupakan yang ketiga kalinya, sejak penghargaan ini pertama kali diberikan tahun 2011 lalu.

Nah, pada gelaran ketiga kalinya, panitia menambah jumlah kategori dan penerima award-nya.

Jika tahun sebelumnya, award yang diberikan hanya untuk tiga kategori yakni lingkungan hidup, pendidikan, dan sosial dimana masing-masing katagori hanya ada satu orang penerima, tahun ini jumlah katagori ditambah dua, yakni kesehatan dan seni/budaya.

“Tak hanya kategorinya saja yang ditambah, jumlah penerima TBA juga ditambah dari satu menjadi dua untuk tiap kategori. Sehingga total penerima TBA tahun ini ada 10 orang,” ujar Yousri, kepada wartawan Senin (9/7/2013).

Bung Tomo Award merupakan penghargaan yang ditujukan kepada pribadi yang memiliki jiwa kepahlawanan, kepedulian terhadap lingkungan sekitar, mampu memberikan semangat juang dan pengorbanan yang tinggi serta kinerjanya mampu memberikan inspirasi dan manfaat luas bagi masyarakat.

Menurut Yousri, terdapat perbedaan kriteria tokoh yang dinilai layak menerima BTA tahun ini. Jika BTA tahun sebelumnya, ada pembatasan terhadap tokoh penerima adalah mereka yang lahir dan beromisili di Surabaya, tahun 2013 ini, skalanya diperluas hingga seluruh wilayah Provinsi Jatim.

Untuk itu, pihaknya minta masyarakat mengajukan tokoh yang akan diusulkan sesuai dengan kriteria yang ditentukan.

“Nah, dari masukan masyarakat tersebut nanti akan dilakukan penjaringan selama tiga minggu. Selain itu, panitia juga meninjau ke lapangan setelah menerima masukan dari masyarakat,” tegas Yousri.(tom)

Muhammad Karnain,S.Hut : “Yang Memajukan Pembangunan Ketapang Masyarakat Sendiri”


LKBKalimantan.com----Menanggapi pernyataan mantan Bupati Ketapang H.Morkes Effendi,S.Pd,MH tentang Pemkab Ketapang Tidak Punya Program Unggulan,yang ditayangkan 4 september 2013 melalui www.lkbkalimantan.com ini,sejumlah warga Ketapang yang peduli akan kemajuan daerahnya satu persatu mulai berani angkat bicara,termasuk Muhammad Karnain,S.Hut.

"Menurut saya ada benarnya juga apa yang diungkapkan mantan Bupati Ketapang H. Morkes Effendi itu, seharusnya Bupati terpilih (Henrikus – Boyman Harun – Red),tetap melanjutkan Program Bupati sebelumnya.Memang msg2 orangPimpinan daerah punya sudut pandang yg berbeda dalam hal Pembangunan,"ujar Muhammad Karnain melalui inbox facebooknya kepada LKBK,Senin 09 September 2013.

Selanjutnya,kata Karnain,untuk mendongkrak kemajuan Ketapang perlu kiranya pengembangan Fasilitas yang sudah ada.

"Jangan jelang Pileg dan Pilkada Bupati baru menyibukkan diri dalam pembangunan jalan atau perbaikan jalan yang tujuannya hanya untuk mendongkrak jumlah suara,"ungkap Karnain.

Oleh karena itu,kata Muhammad Karnain,S.Hut perlu kiranya Bupati Hendrikus membuat program yang jelas kalau perlu di publish site plannya supaya mendongkrak pembangunan ke depan.

"Toh selama ini yang memajukan pembangunan di Ketapang itu masyarakat sendiri. Proyek Pembangunan Pawan V , menurut saya perlu ditindak lanjuti untuk mendongkrak Pembangunan Property agar lebih luas",pungkas Muhammad Karnain,S.Hut.***(lkbk)

Pesanggrahan Pelabuhan Ratu, Istana Kepresidenan Yang Tak Terkenal


LKBKalimantan.com----Jika ditanya ada berapa Istana Kepresidenan yang ada di Indonesia, umumnya jawaban yang dilontarkan adalah lima, yaitu Istana Kepresidenan Jakarta, Istana Bogor, Istana Cipanas, Istana Yogyakarta, dan Istana Tampaksiring. Namun sebenarnya, ada satu lagi Istana Kepresidenan yang jarang atau bahkan tidak pernah disebut. Tempat itu adalah Pesanggrahan Pelabuhan Ratu.

Istana ini memang kurang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia karena memang sangat jarang digunakan, termasuk juga oleh sang penggagasnya, Presiden Soekarno. Karena fungsi utama bangunan ini memang dikhusususkan sebagai tempat peristirahatan, maka fasilitas yang ada di bangunan ini pun boleh dibilang sederhana bila dibandingkan dengan Istana Kepresidenan lainnya.

Sama halnya dengan Pesanggrahan ini, Istana Kepresidenan lainnya – selain Istana Kepresidenan Jakarta – juga umumnya difungsikan sebagai tempat peristirahatan. Bedanya, keempat istana itu memiliki fasilitas yang memadai dan sangat kondusif apabila ketika sedang beristirahat Presiden tetap ingin menggelar aktifitas kenegaraannya. Seperti yang sering dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pesanggrahan ini berdiri di atas lahan seluas 1500 meter persegi dan berlokasi di Desa Citepus, Pelabuhan Ratu ini. Apabila dilihat dari arah pintu masuk, rumah peristirahatan ini terlihat seperti bangunan berlantai satu. Namun, apabila dilihat dari arah laut, memiliki tiga lantai. Lantai paling atas disebut dengan Ruang Atas. Ruang ini terdiri dari ruang tamu dan ruang tidur yang berdinding kaca. Sedangkan di lantai dua adalah Ruang Bawah yang terdiri dari ruang makan tamu dan ruang kesenian. Dan lantai dasar yang merupakan ruang paling bawah terdiri dari dapur dan ruang pelayanan.

Pantai Pelabuhan Ratu sendiri terkenal karena merupakan perpaduan antara pantai yang curam dan landai, hempasan ombak serta hutan cagar alam. Mungkin karena lokasinya yang menjorok ke pantai inilah yang menarik perhatian Presiden Pertama RI Soekarno untuk menggagas pembuatan pesanggrahan ini.

Ketika Presiden Soekarno dan Ibu Hartini sedang meninjau proyek Hotel Samudera Beach di Pelabuhan Ratu pada tahun 1954, mereka mampir di bungalow yang diberi nama Vaya Con Dios dan Hawaii. Begitu melihat lahan yang dimiliki Mayor Mantiri ini, Bung Karno langsung tertarik dan berkeinginan untuk membelinya. Tapi sayang, sang pemilik tak ingin menjualnya. Namun akhirnya Vaya Con Dios ini dilepas oleh pemiliknnya setelah Presiden Soekarno menawarkan "tukar guling" dengan lahan yang berseberangan dengan bungalow miliknya tersebut.

Menjelang matahari terbenam, Pesanggrahan buah karya tangan dingin R. M. Soedarsono dan F. Silaban ini merupakan lokasi terbaik yang terletak di sepanjang pantai Pelabuhan Ratu untuk melihat bentangan lautan dan langit biru. Rumah peristirahatan ini seolah-olah berada di tengah lengkung garis teluk yang dibingkai dengan pegunungan Jampang Kulon di sebelah Timur, dan pegunungan Cibareno di sebelah barat. Terdapat juga semacam anjungan pada Ruang Atas dan Ruang bawah, untuk berdiri memandang lautan lepas dan menikmati pesona terbenamnya matahari.***(Situs PresRI/yun) .

Foto : Pesanggrahan Pelabuhan Ratu yang berlokasi di Desa Citepus, Pelabuhan Ratu.***(foto istimewa)