HUKRIM

hukrim
Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan

Pendukung Kecewa, Penginapan Weni Penyanyi Dangdut Academy Tiga di Pontianak Dirahasiakan

KUBU RAYA-Andi Tendri Sangka yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat,yang juga merupakan salah satu pengantar dan pendukung berat Weni ketika menuju pentas Dangdut Academy 3 Indosiar (beberapa waktu lalu Weni juga telah berhasil menjadi juara pertama di Dangdut Academy Asia 2 yang digelar Stasiun Televisi Indosiar-Red), merasa kecewa.

“Ada apa sebenarnya Weni datang ke Pontianak kok tempat Weni nginap dirahasiakan, seperti orang buronan”, ungkap Andi Tendri Sangka kecewa kepada Portal LKBK65,Kamis (19/01/2017) pagi,seraya meminta kepada manager Weni agar diberikan kesempatan untuk Weni menyapa pendukungnya di Pontianak.

Selanjutnya ungkap Tendri, Weni anaknya baik cuman terlalu banyak yang cari muka,”saya minta manager Weni harus bisa memilah-milah orang. Seorang manager harus mempunyai kebijakan dalam sebuah aturan”,kata Andi Tendri Sangka yang juga pimpinan Musik Star Group itu.

Seperti diketahui bahwa beberapa bulan lalu Weni yang merupakan artis asal Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat ini, dipuncak kariernya sebagai penyanyi dangdut telah berhasil mengalahkan Rani dan Irsya di Dangdut Academy Asia 2 Indosiar,dan Wenilah juaranya.

Sebagai juara pertama Dangdut Academy Asia 2 Indosiar, Weni mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp150 juta ditambah dengan satu buah cincin berlian pemberian dari Inul Daratista, serta sejumlah hadiah lainnya.

Dengan kekecewaan “orang-orang” yang telah mengantarkan dan mendukung Weni ke puncak kejayaannya,khususnya warga masyarakat Kabupaten Kubu Raya, dan Kalimantan Barat pada umumnya, tentu semua berharap agar karier Weni tidak akan pudar.Sebab kekecewaan mereka itu dipastikan akan berpengaruh besar terhadap karier Weni selanjutnya. Bak kata pepatah “jangan karena hujan sehari maka terhapuslah kemarau setahun”.***(Halim Anwar/LKBK65).

Gambar : Documen Andi Tendri Sangka untuk Portal LKBK65.
_______

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
______

Lebih Dari 30 Tahun Hasil Hutan Hulu Sungai Digarap,Tidak Ada Konpensasi Bagi Masyarakat

KETAPANG-Belum lama ini Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Ketapang, telah menyampaikan laporan hasil resesnya di Daerah Pemilihan masing-masing selama kurun waktu 5 hari yang dimulai dari tanggal 4 sampai dengan tanggal 8 Desember 2016 lalu,dalam acara penyampaian laporan hasil reses anggota DPRD Kabupaten Ketapang, masa persidangan pertama tahun sidang 2016/2017,di hadapan Bupati Ketapang,Martin Rantan dan pejabat Pemkab Ketapang lainnya,yang dipimpin Budi Mateus selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Ketapang, di Gedung Rakyat, Jalan Jendral Sudirman,Ketapang, Kalimantan Barat.

Dari laporan hasil reses anggota DPRD Ketapang itu banyak masalah yang ditemukan di lapangan, terutama masalah program pembangunan infrastruktur jalan yang masih menjadi kendala bagi masyarakat setempat, salah satunya bagi masyarakat yang berada di Dapil Ketapang Tiga yakni di Kecamatan Hulu Sungai.

“Untuk daerah kelahiran saya di Kecamatan Hulu Sungai jangankan infrastruktur jalan, listrik saja belum ada, dan hasil alamnya digarap perusahaan kayu sudah lebih dari 30 tahun tapi tidak ada konpensasi untuk masyarakat yang hutannya diambil kayunya”,ungkap Susilo Aheng kepada Portal LKBK65, Selasa (17/01/2017) siang kemarin,seraya berharap paling tidak buat pembangunan infrastruktur masyarakat di pedalaman Hulu Sungai untuk membantu beban Pemerintah Daerah Ketapang.

Dari hasil reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pemilihan Ketapang Tiga tersebut, Susilo Aheng selaku putra asli Kecamatan Hulu Sungai menyesalkan kenapa tidak dari dulu Anggota Dewan melalukan reses seperti itu.

“Saya pribadi menyambut baik adanya reses agar kinerja antara Legislatif dan Eksekutif bisa bersinergi dengan baik dan pekerjaan bisa terpantau dengan baik pula”,ujar Susilo Aheng yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa Ketapang itu.

Selanjutnya terang Susilo Aheng, kalaupun ada reses anggota DPRD Ketapang ke daerahnya tidak ada transparansinya ke publik seperti sekarang.

“Saat ini saya nilai memang lebih transparan, kita sebagai masyarakat bisa ikut memantau kinerja DPRD dan Pemerintah Daerah”,tutup Susilo.***(Halim Anwar/LKBK65).

Gambar: Susilo Aheng.***(Ist).
_______

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
______

Menjadi Viral,Wanita Tanpa Busana Kendarai Sepeda Motor Arah Bandara Supadio Kubu Raya

PONTIANAK-Seorang Wanita sebut saja Rus (27),nekat mengendarai sepeda motor menuju Bandara Supadio,Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat,tanpa mengenakan selembar benangpun ditubuhnya.Dan kehadiran Rus itu sontak membuat masyarakat ramai memperbincangkannya,dan bahkan mengabadikan wanita telanjang itu melalui telpon genggamnya, sehingga menjadi viral di media sosial dan media massa,khususnya media online diseluruh Indonesia.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Drs.Suhadi Sw,M.Si, kepada Portal LKBK65, Minggu (15/01/2017) tengah malam,mengatakan bahwa wanita Rus itu diduga stress, karena kalau yang bersangkutan sehat, tidak mungkin melakukan hal seperti itu didepa orang ramai.

“Menurut keterangan yang bersangkutan,bahwa ia tinggal dirumah kontrakan di Jalan Tanjungpura Gang Pagar Alam, ia sudah satu tahun lebih tinggal di Pontianak, hanya dalam dua bulan terakhir ini katanya merasa ketakutan,sehingga siang tadi Minggu (15/1/2017) pukul 12.45 wiba mengendarai sepeda motor, awalnya menggunakan mukena, namun setelah mendekati Bandara Supadio (perjalanan 12 Km  dari rumah kostnya-Red),yang bersangkutan melepas mukenanya sehingga tanpa busana,dan warga yang melihatnya,memaksa yang bersangkutan untuk berhenti dan diserahkan ke KP3U Supadio di Kubu Raya”,terang Suhadi, Seraya menjelaskan bahwa sampai saat ini yang bersangkutan, masih diamankan  di KP3U Pontianak untuk dimintai keterangan Psykolog Polda Kalimantan Barat,guna mengetahui permasalahan sebenarnya yang dialami bersangkutan.***(Halim Anwar/LKBK65).

Gambar:Kombes Pol Drs.Suhadi Sw,M.Si, Kabid Humas Polda Kalbar.***(Ist).
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
______

Presiden Jokowi Akan Bertarung Dikejuaraan Panahan Bogor Terbuka, Ini Persiapannya

JAKARTA-Disela kesibukan aktivitasnya sebagai kepala negara,Presiden Joko Widodo menggunakan waktu akhir pekannya untuk berlatih memanah di Pusat Pendidikan Zeni TNI AD (Pusdikzeni) Bogor, Jabar,  Sabtu (14/1/2017). Presiden hadir bersama putera bungsunya Kaesang Pangarep.

Menurut Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden (Setpres) Bey Machmudin dalam Siaran Persnya,Sabtu (14/1/2017) malam menjelaskan,bahwa latihan memanah itu merupakan bagian persiapan Presiden Jokowi untuk menghadapi Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017, yang akan digelar di Pusdikzeni Kota Bogor, 20-21 Januari 2017 mendatang.

“Berbagai macam kelas akan diperlombakan dalam kejuaraan itu,antara lain Recuve 70 m, Compound 50 m, Ronde Nasional 40 m (SMA dan Umum), Ronde Nasional 20 m (SD dan SMP), dan Eksekutif 20 m (standar nasional). Dalam kejuaraan tersebut,Bapak Presiden direncanakan akan mengikuti kelas standar nasional 20 meter,” kata Bey Machmudin.

Untuk persiapan event yang bergengsi tersebut Presiden Jokowi dalam berlatih panahan itu didampingi pelatih Rizal Barnardi dari Pajajaran Archery Club Kota Bogor yang juga Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Bogor,Jawa Barat.***(Muhammad Fahrozi/LKBK65).

Gambar:Presiden Jokowi saat berlatih memanah di Pusat Pendidikan Zeni TNI AD (Pusdikzeni) Bogor, Jabar, Sabtu (14/1/2017).***(Foto: Doc.BPMI/Setpres).
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__

Hasil Reses Anggota Dewan, Ada Beberapa Titik Tapal Batas Ketapang dan Kayong Utara Belum Disepakati

KETAPANG-Tapal batas antara Kabupaten Ketapang dengan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, khususnya yang berada di Kecamatan Sungai Laur dan Simpang Dua hingga saat ini masih ada beberapa titik belum disepakati antar kedua wilayah kabupaten tersebut.

Hal itu disampaikan Tini,SE selaku juru bicara Daerah Pemilihan Ketapang II Anggota DPRD Ketapang, Kalimantan Barat,pada acara penyampaian laporan hasil reses anggota DPRD Kabupaten Ketapang, untuk masa persidangan pertama tahun sidang 2016/2017, di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Ketapang,Jum’at, (13/01/2017) pagi kemarin,yang dipimpin langsung Ketua DPRD, Budi Mateus, dan dihadiri oleh Bupati Martin Rantan, Sekda M.Mansyur, Staf Ahli, para Asisten, para Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian, dan pejabat Pemkab Ketapang lainnya.

Menurut Tini,SE,bahwa berkaitan dengan tapal batas tersebut agar pihak terkait untuk serius mendorong Propinsi Kalimantan Barat menyelesaikannya dengan melibatkan masyarakat di lapangan yang berbatasan langsung di dua kabupaten itu.

Selanjutnya terhadap bidang infrastruktur,anggota DPRD Ketapang dari Dapil II ini berterima kasih ‎kepada Bupati Ketapang,melalui dinas terkait sehubungan telah dibangunnya beberapa ruas jalan di tahun 2016 walau masih terbatas pada pembangunan di ruas-ruas jalan tertentu saja.Akan tetapi sudah cukup membantu. Dan untuk itu di tahun 2017 agar bisa diteruskan kelanjutan pembangunan ruas-ruas jalan tersebut.

"Tentunya juga disertai dengan peningkatan ruas jalan dan jembatan,dari hasil pantauan kami untuk kualitas pembangunan jalan khususnya yang dibiayai dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sudah memperlihatkan perbaikan kualitas dengan didukung peralatan,hingga ke depan diharapkan untuk dipertahankan sistem pengerjaan demikian",ungkap Tini.

Secara kolektif laporan hasil reses anggota DPRD Ketapang untuk Dapil II  yang terdiri dari Tini,SE,Heronimus,Mateus Yudi,Polonius Polo,Aquino Ceger itu, telah disampaikan secara tertulis kepada Bupati melalui Ketua DPRD Ketapang.***(Halim/Agus/LKBK65).

Gambar : Ketua DPRD, Budi Mateus didam‎pingi Wakil Ketua Qadarini,SE dan Sekretaris DPRD,H.Agus Hendri,SE,M.Si,menyerahkan laporan hasil reses anggota DPRD Ketapang kepada Bupati,Martin Rantan,SH, Juma’t,(13/01/2017) pagi kemarin***(Foto:LKBK65).
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__

Danramil Ayidin Pakaya,Ajak Kebaikan dan Jaga Keutuhan NKRI

PONTIANAK-Jum’at (13/1/2017) di Masjid Nurul Hamid Jalan Komyos Sudarso Jeruju, Kelurahan Beliung Pontianak Barat, Danramil 1207-03/Pontianak Barat Mayor Inf Ayidin Pakaya, S.Ag selaku Khotib dan Imam Sholat Jum`at.

Dalam Khutbahnya Khotib mengajak umat Islam untuk mensyukuri segala nikmat Allah yang tidak terhingga jumlahnya dan apabila kita menghitungnya tidak mampu menghitungnya sebagaimana Firman AllAh dalam Q. S. Ibrahim ayat 34 yang artinya apabila kalian menghitung nikmatku kata AllAh maka kalian tidak mampu menghitungnya. 

Disamping itu, Khotib mengajak umat Islam untuk melaksanakan segala perintah ALLAH dan menjauhi larangan ALLAH sehingga kita akan memperoleh derajat yang tinggi disisi AllAh SWT. Juga diharapkan umat Islam jangan cepat terpengaruh oleh isu-isu yang beredar di medsos yang belum bisa dipertanggung jawabkan tingkat kebenarannya.

Khotib pun mengingatkan untuk umat Islam tetap menjaga persatuan dan kesatuan demi tetap tegaknya NKRI, sebagaimana Firman AllAh yang artinya "Berpegang teguhlah kalian pada tali agama AllAh dan janganlah bercerai berai" (Q. S. Ali Imran ayat 103).**(SP/LKBK65).

Gambar: Documen Pendam Tanjungpura untuk Portal LKBK65.
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__

Sempat Molor, DPRD Ketapang Adakan Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Reses

KETAPANG-Bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (13/01/2017) pagi dijadwalkan acara penyampaian laporan hasil reses anggota DPRD Kabupaten Ketapang, masa persidangan pertama tahun sidang 2016/2017, pada pukul 08:00 wiba.

Namun pelaksanaan rapat paripurna DPRD Ketapang kedua masa persidangan pertama tahun 2016/2017 itu sempat molor sekitar 1 jam karena menunggu kehadiran anggota DPRD Ketapang yang lain, sehingga acara sidang baru dapat dilaksanakan sekitar pukul 09:15 Wiba, yang dihadiri sebanyak 25 orang anggota DPRD,dan 20 orang anggota DPRD tidak hadir dengan keterangan izin dan sakit.

Rapat Paripurna pagi ini dipimpin langsung Ketua DPRD Ketapang,Budi Mateus dan dihadiri Bupati Ketapang,Martin Rantan,SH, Sekretaris Daerah Drs.H.M,Mansyur,M.Si serta para staf ahli,asisten,para Kepala Dinas,Kepala Badan dan pejabat daerah Ketapang lainnya.

Hingga berita ini diturunkan rapat paripurna masih berlangsung dengan mendengarkan hasil reses dari 6 (enam) Daerah Pemilihan. ***(Agus Hariyansyah/LKBK65).

Gambar: Situasi Rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses anggota DPRD Kabupaten Ketapang.***(Foto:LKBK65).
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___

MT AsySyifa Rumah Sakit Pertamina Balikpapan dan Inisiatif Zakat Indonesia Kaltim Sinergi Kelola Zakat

BALIKPAPAN-Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Kalimantan Timur dan Majelis Taklim AsySyifa Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) melakukan kesepakatan kerjasama program pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah.

Hasil kesepakatan tentang pengelolaan ZIS tersebut tertuang dalam Memorendum of Understanding (MoU) yang ditandatangani langsung oleh Ketua MT AsySyifa RSPB, M.Husdiari yang didampingi oleh wakil direktur bagian SDM & umum RSPB ibu Rieka Riskantika, Pengurus MT Asysyifa dan Kepala IZI Perwakilan Kaltim, Muhammad Ardhani bersama Direktur Utama LAZNAS IZI,Wildhan Dewayana pada Selasa,(11/01/2017) bertempat di Aula RSPB Jl. Jend Sudirman 1 Prapatan, Balikpapan Kota.

Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayana mewakili lembaga mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan MT AsySyifa kepada IZI dalam hal membantu pengelolaan zakat, infak dan sedekah di wilayah RSPB.

“Kami sangat mengapresiasi MT AsySyifa RSPB  yang resmi menjadi Mitra IZI (MIZI) dalam pengelolaan dana zakat, infak, serta sedekah. Harapannya dengan kerjasama ini pengelolaan ZIS khususnya di wilayah perkantoran dapat lebih maksimal dan lebih mudah dalam penyaluran zakatnya”, ujar Wildhan.

Selain itu Direktur Utama IZI menyampaikan dengan adanya regulasi UU Zakat menjadi salah satu motivasi lembaga zakat untuk menjadi lebih professional.

“Semoga dengan sinergi pengelolaan ZIS ini dimunculkan dengan tujuan utama agar semua aktifitas kebaikan yang sudah terbiasa dilakukan diwilayah mitra mulai dari menghimpun hingga menyalurkan dana ZIS dapat lebih tertata rapi dan professional”, tambah Wildhan.

Sementara Ketua MT AsySyifa RSPB, Muhammad Husdiari menyambut sekaligus merespon positif sinergi kesepakatan bersama yang dilakukan MT AsySyifa dan IZI.

“Saya ucapkan terimakasih kepada IZI dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses sinergi pengelolaan ZIS. Harapannya atas sinergi yang dilakukan dapat meningkatkan optimisme dan semangat untuk meningkatkan potensi pengelolaan ZIS di wilayah RSPB,” ujar Husdiari.***( Anggie/LKBK65).

Gambar:Documen Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Kalimantan Timur untuk Portal LKBK65.
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___

Pasar Rangge Sentap Semrawut,Bupati Rencanakan Renovasi, Pol PP Tertibkan Pedagang Secara Humanis

KETAPANG-Pasar Rangge Sentap,Ketapang,Kalimantan Barat,yang dibangun dengan uang negara yang tidak sedikit, dan diperoleh dari dana pinjaman Kementerian Keuangan Republik Indonesia, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan,kumuh dan sepi dari para pembeli, sehingga para pedagang, terutama para pedagang ikan dan sayur beralih ke tempat yang lebih strategis untuk bertransaski dengan masyarakat,seperti di pinggiran jalan Pasar Kayong, Pasar Haji Sani, dan beberapa tempat lain yang dianggap strategis untuk berjualan.

Berkaitan dengan kondisi Pasar Rangge Sentap yang memprihatinkan itu,Bupati Ketapang, Martin Rantan,SH,bersama dinas-dinas yang berhubungan dengan pasar tersebut,belum lama ini,telah meninjau langsung kondisi pasar rakyat terbesar di Ketapang, Kalimantan Barat itu.

Usai melakukan peninjauan,Martin Rantan, langsung mengadakan pertemuan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang,dengan dinas terkait,termasuk dengan Satuan Polisi Pamong Praja, membahas tentang semberautnya Pasar Rangge Sentap dan rencana melakukan renovasi serta pengembangannya, dan penertiban para pedagang di luar pasar rakyat itu.

Salah satu tindak lanjut dari pertemuan yang dipimpin langsung oleh Bupati Martin Rantan yang membahas tentang semrawutnya Pasar Rangge Sentap itu, Kamis (12/01/2017) pagi kemarin,sekitar pukul 05:00 wiba, Polisi Pamong Praja di bawah pimpinan Kasat Pol PP Edy Junaidi,S.Sos, telah melakukan penertiban terhadap para pedagang di Pasar Kayong yang mengedepankan tindakan secara humanis.

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Ketapang,Edy Junaidi,ketika ditemui Portal LKBK65 di ruang kerjanya,Kamis (12/01/2017) pagi,menyatakan bahwa benar pihaknya telah menurunkan satu peleton Dalmas Pol PP untuk melakukan penertiban terhadap para pedagang yang berada di Pasar Kayong tersebut.

“Ini merupakan tugas pertama Sat Pol PP yang saat ini berada dieselon dua. Dan penertiban ini kami lakukan dengan maksud agar para pedagang itu kembali berjualan di Pasar Rangge Sentap, dan tidak berjualan di tempat lain, seperti di Pasar Kayong yang sangat mengganggu ketertiban lalu lintas,” terang Edy Junaidi, seraya menyatakan bahwa penertiban para pedagang itu akan dilakukannya secara terus menerus,sehingga nanti semuanya akan terfocus disatu titik,yakni di Pasar Rakyat Rangge Sentap. Penertiban ini juga dimaksudkannya sebagai salah satu upaya Sat.Pol PP untuk meningkatkan retribusi daerah sebagaimana yang ditargetkan oleh SKPD masing-masing, termasuk TPI nya.***(Halim Anwar/LKBK65).

Gambar: Salah satu sudut Pasar Rakyat Rangge Sentap di Jalan Imam Bonjol Ketapang, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Ketapang,Edy Junaidi,S.Sos.***(Foto: LKBK65).
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___

Polisi Kalbar Bongkar Prostitusi Online, Korbannya SPG Indofood dan Faktori Outlet Rumah Mode Bandung

PONTIANAK-Direktorat Reserse Umum Polda Kalbar kembali membongkar Prostitusi Online dengan tersangaka Indra yang berdiam di Peniti Dalam Segedung Kabupaten Mempawah.

Pengungkapan kasus Prostitusi Online yang baru diungkap oleh Dit Reskrimum Polda Kalbar,Rabu (11/01/2017) malam sekitar pukul 23:30 wiba, di Hotel Start Jalan Gajah Mada, Pontianak itu merupakan pengungkapan  yang ketiga kalinya, dimana sebelumnya Dit Reskrimum beberapa waktu lalu juga menangkap pelaku Prostitusi Online di salah satu hotel di Jalan Gajah Mada dan Hotel G Jalan Jenderal Urip Pontianak.

Pengungkapan Prostitusi Online ini terungkap kembali hari Rabu tanggal 11 Januari 2017, jam 23.30 wib, telah diamankan oleh pihak Kepolisian pelaku di Hotel Star kamar 110 dan 112.

Korban dari Proatitusi Online kali ini adalah Fit (22) alamat Desa Keresek Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut Jawa Barat. Pekerjaan SPG Indofood Bandung. Dan Rid (30), tinggal di Desa Ciputri Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, pekerjaan SPG Faktori Outlet Rumah Mode Bandung.

Menurut Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Drs.Suhadi Sw.M.Si,kepada Portal LKBK65,Kamis (12/01/2017) malam, mengatakan bahwa tersangka Indra memiliki jaringan perempuan asal Bandung, Jakarta dan Pontianak yang dapat dijual ke laki-laki.

“Selama tahun 2016 tersangka telah menjual perempuan lebih dari 10 kali dengan tarif berpariasi mulai dari 5 juta sampai dengan 1,5 juta rupiah”,terang Suhadi dari ujung telpon genggamnya.

Selanjutnya terang Suhadi,bahwa penangkapan ini dilakukan oleh Anggota Subdit IV Dit Reskrimum yang menyamar sebagai pelanggan memesan perempuan melalui Whats App kepada tersangka dengan tarif  Rp.3 juta perorang. Selanjutnya tersangka minta kepada pelanggan untuk memesan kamar di hotel, kemudian tersangka mengantar perempuan tersebut langsung ke kamar yang sudah di pesan.

“Setelah transaksi dilakukan,tersangka langsung diamankan,dan dilanjutkan penggerebekan kepada para korban di kamar hotel”,kata Suhadi.

Kemudian lanjut Suhadi, bahwa hasil dari praktik Prostitusi Online itu,tersangka mendapatkan  500 ribu rupiah per perempuan.

“Perbuatan tersangka itu diancam pasal 296 KUHP dengan ancaman pidana 1 tahun 4 bulan. Dan sampai dengan saat ini  tersangka masih diperiksa secara intensif oleh Penyidik Dit Reakrimum Polda Kalbar dibawah pimpinan AKBP Hujrah,S.Ik. Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kalbar”,tutup Suhadi.***(Halim Anwar/LKBK65).

Gambar: Documen Humas Polda Kalbar untuk Portal LKBK65.
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___

Seluruh PNS di Pemkab Ketapang Belum Gajian, Ini Masalahnya

KETAPANG-Hingga hari ini Rabu,tanggal 11 Januari 2017,seluruh Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang,Kalimantan Barat,belum menerima gaji, hal ini dikarenakan menunggu proses mutasi pejabat struktural dan staf selesai ditetapkan.

“Pelantikan pejabat struktural sudah selesai,tapi untuk SK penempatan staf dalam SOPD baru yang masih dalam proses”,terang Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Ketapang, Alexander Wilyo,S.STP,M.Si ketika dihubungi Portal LKBK65 sore tadi.

Menurut Alex, bahwa sejak kemarin penjabaran APBD Ketapang tentang Belanja Tidak Langsung khususnya gaji pegawai sudah disampaikan kepada seluruh SKPD.

“Tinggal menunggu seluruh SKPD menyusun DPA Gaji masing-masing untuk diproses lebih lanjut hingga pencairan gaji ( asistensi DPA, penyusunan anggaran kas, penerbitan SPD,SPP-SPM, dan SP2D-Red)”,pungkas Alex,seraya menjelaskan bahwa selain menunggu SK mutasi staf dalam SOPD baru juga menunggu pengusulan dan penetapan Bendahara Pengeluaran oleh seluruh Kepala SKPD.***(Halim Anwar/LKBK65).

Gambar: Alexander Wilyo,S.STP,M.Si, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.***(Ist).
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___

Edy Junaidi Kepala Badan Satpol PP Ketapang Dari Pegawai Rendahan Hingga Diminta Mengundurkan Diri

KETAPANG-Karier Edy Junaidi,S.Sos sebagai Pegawai Negeri Sipil di Pemkab Ketapang dimulai pada tanggal 23 April 1981 dengan pangkat Juru Muda Tk.I, golongan ruang penggajian I/b, hingga mencapai puncak kariernya pada tanggal 5 April 2011 dengan pangkat Pembina Tk.I, golongan ruang penggajian IV/b.

Edy Junaidi,S.Sos yang lahir di Ketapang,pada tanggal 12 Juni 1960 itu, meniti karier dari pegawai rendahan,sehingga pada tanggal 4 Februari 2002 Ia diangkat oleh Bupati Ketapang H.Morkes Effendi,S.Pd,MH sebagai Pj. Sekretaris Kelurahan Kauman, kemudian pada 25 April 2002 Edy Junaidi diberikan kepercayaan dengan jabatan baru sebagai Sekretaris Kecamatan Matan Hilir Utara,Kabupaten Ketapang, lalu kemudian pada tanggal 22 Agustus 2003 Ia dipindah tugaskan sebagai Pj.Sekretaris Camat Delta Pawan, selanjutnya oleh Bupati Morkes Effendi, pada tanggal 21 Juni 2004, Edy Junaidi dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Pj. Camat Singkup.

Perjalanan karier Edy Junaidi terus meroket, dimana pada tanggal 2 Maret 2007, Ia dilantik sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Kesehatan Ketapang,dengan golongan ruang penggajian III/d.

Pada tanggal 5 Januari 2009, Edy Junaidi oleh Bupati Morkes Effendi diangkat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Ketapang dengan golongan ruang penggajian IV/a. Kemudian masih dibawah kepemimpinan Bupati Morkes Effendi ketika itu, pada tanggal 31 Mei 2010, Edy Junaidi ditugaskan menjadi Sekretaris Dinas Kependudukan & Capil.

Tidak hanya sampai disitu, karier Edy Junaidi, ayah dari Eko Junistianto,SE dan Echi Wahyuni yang merupakan buah cinta pernikahannya dengan Rustiati ini, pada tanggal 4 Agustus 2011, oleh Bupati Drs.Hendrikus,M.Si, Ia dilantik dan diambil sumpah jabatannya sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ketapang.

Dan saat ini, ketika Martin Rantan,SH menjadi Bupati Ketapang,bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang,Jalan Haji Agus Salim,Edy Junaidi,secara resmi telah diambil sumpah dan dilantik sebagai Kepala Badan Satuan Polisi Pamongpraja Kabupaten Ketapang, mulai tanggal 03 Januari 2017.

Nama Edy Junaidi sudah cukup dikenal oleh masyarakat Kabupaten Ketapang,terutama terkait dengan tugas pokoknya sebagai Komandan Polisi Pamong Praja, yang sangat disegani. Pria yang ramah dan murah senyum ini pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Kendawangan, SMA PGRI Ketapang, kemudian mengikuti pendidikan di APDN Pontianak jurusan Ilmu Pemerintahan, serta mengambil S-1 di APMD Yogyakarta.

Karier Edy Junaidi,S.Sos sebagai Kepala Badan Satuan Polisi Pamongpraja Ketapang, dinilai sudah tepat, sebab ketika Ia mengikuti pendidikan di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta pada tahun 2001 silam, dalam skripsinya Edy Junaidi mengambil judul “ Fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Sebagai Penyelenggara Ketentraman dan Ketertiban Umum. Serta Penegak Peraturan Daerah (Studi Kasus di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat)”, dengan jumlah kredit kumulatif 76 sks, indeks prestasi kumulatif 3.07, dan predikat kelulusannya, Sangat Memuaskan.

Edy Junaidi yang dikenal tegas dalam melaksanakan tugasnya sebagai Komandan Polisi Pamong Praja Ketapang ini,sering mendapatkan kritikan tajam dari berbagai kalangan, dan bahkan ada diantara orang tertentu menghendaki dirinya untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai Kepala Polisi Pamong Praja. Namun Edy Junaidi menyikapi hal itu dengan berbesar hati.

“Dengan kritikan seperti itu bearti masyarakat masih sayang dengan saya, dan kritikan itu bagi saya adalah sesuatu yang sangat berharga,agar saya bisa introspeksi diri dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, dan tentu dengan kritikan itu saya mengucapkan terimakasih, semoga ke depan saya mampu melaksanakan tugas-tugas yang diamanahkan kepada saya agar lebih baik lagi”,ungkap Edy Junaidi,S.Sos.***(Halim Anwar/LKBK65).

Gambar: Bupati Ketapang,Martin Rantan,SH menyampaikan ucapan selamat kepada Edy Junaidi,S.Sos, Kepala Badan Satuan Pol PP Ketapang usai pelantikan dan diambil sumpah jabatannya di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Jalan H.Agus Salim Ketapang.***(Foto: Agus).
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___

Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo : “Uang Rupiah Baru Tidak Muat Simbol Palu Arit”

JAKARTA-Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo menegaskan kembali, bahwa uang Rupiah yang baru diluncurkan pada Senin (19/12/2016) lalu tidak memuat simbol terlarang palu dan arit. Hal tersebut disampaikan Gubernur BI menanggapi informasi dan penafsiran yang berkembang di masyarakat, yang mengaitkan mata uang Rupiah memuat simbol terlarang palu dan arit.

“Gambar yang dipersepsikan oleh sebagian pihak sebagai simbol palu dan arit merupakan logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal, sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan,” kata Agus Martowardojo sebagaimana dikutip dari siaran pers Bank Indonesia, Selasa (10/1/2016) pagi.

Menurut siaran pers BI itu, gambar yang dipersepsikan sebagai simbol palu dan arit itu merupakan gambar saling isi (rectoverso), yang merupakan bagian dari unsur pengaman uang Rupiah. Unsur pengaman dalam uang Rupiah ini bertujuan agar masyarakat mudah mengenali ciri-ciri keaslian uang, sekaligus menghindari pemalsuan.

Siaran pers BI menyebutkan, gambar rectoverso dicetak dengan teknik khusus sehingga terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang, dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang.

Rectoversoumum digunakan sebagai salah satu unsur pengaman berbagai mata uang dunia, mengingat rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus,” tulis siaran pers BI seraya menambahkan, bahwa di Indonesia, rectoversotelah digunakan sebagai unsur pengaman Rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang Rupiah sejak tahun 2000.

Gubernur BI Agus Martowardojo menegaskan, bahwa Rupiah merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ini, uang Rupiah ditandatangani bersama oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan Republik Indonesia.

“Untuk itu, Bank Indonesia mengingatkan kembali kepada masyarakat agar senantiasa menghormati dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik,” tegas Agus.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan pengeluaran dan pengedaran 11 (sebelas) pecahan uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016, di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (19/12) pagi. Peresmian ini sekaligus menandai berlakunya sebelas pecahan uang tersebut di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kesebelas uang Rupiah Tahun Emisi 2016 itu terdiri dari 7 (tujuh) pecahan uang Rupiah kertas dan 4 (empat) pecahan uang Rupiah logam. Uang Rupiah kertas terdiri dari pecahan Rp100.000 yang menampilkan gambar Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia yaitu Soekarno dan M. Hatta; uang  kertas Rp50.000 yang menampilkan gambar Ir. H. Djuanda; sedangkan uang kertas Rp20.000 terdapat gambar Dr. G.S.S.J. Ratulangi.

Selain itu, uang kertas Rp10.000 yang menampilkan gambar Frans Kaisiepo; uang kertas Rp5.000 dengan gambar  Dr. K.H. Idham Chalid; uang kertas pecahan Rp2.000 terdapat gambar Mohammad Hoesni Thamrin, sedangkan pada mata uang kertas Rp1.000 bergambar Tjut Meutia.

Sementara itu, untuk uang Rupiah logam terdiri dari pecahan Rp1.000 bergambar I Gusti Ketut Pudja, pecahan logam Rp500 bergambar Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang, uang pecahan Rp200 bergambar Dr. Tjipto Mangunkusumo, dan uang Rp100 logam bergambar Prof. Dr. Ir. Herman Johanes.***(Depkom BI/ES/LKBK65).

Gambar: Peresmian pengeluaran dan pengedaran pecahan uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016.***(Foto: Dokumentasi Humas Setkab)
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___

Berkas Ini Yang Ditandatangani Rustami Pertama Kali Menjabat Sebagai Kadis Sosial

KETAPANG-Kepala Dinas Sosial,Perlindungan Anak,Perempuan dan Keluarga Berencana (KB) ‎Kabupaten Ketapang,Kalimantan Barat, Rustami berkomitmen untuk lebih utama memberi perhatian kepada panti asuhan yang dikelola masyarakat khusus dibidang sosial.

Rustami mengakui,bahwa ketika dirinya menjabat sebagai Kepala di dinas itu,surat yang pertamakali ditandatanganinya adalah berkas laporan tentang kegiatan salah satu panti sosial milik swasta yang di Kabupaten Ketapang yang telah dikelola masyarakat. Selain‎ itu Rustami mengatakan, khusus dibidang sosial pihaknya akan menyempurnakan data yang telah ada untuk penyaluran bantuan terhadap orang miskin.

"‎Tujuannya agar mempermudah kita dilapangan,dalam penyaluran bantuan itu agar tepat sasaran",ujar Rustmi diruang kerjanya,kepada Portal LKBK65,Selasa,(10/01/2017) pagi.

Kemudian lanjut Rustami, dirinya ke depan merencanakan,khusus untuk bidang Perlindungan Anak,Perempuan dan KB akan mempersiapkan ruangan untuk klinik konsultasi,karena di dalam dinas yang dipimpinnya sudah disiapkan tenaga ahli dibidang itu.

"Kebetulan dibidang kita ini motivatornya banyak dari kalangan fisikolog,makanya kita mempersiapkan klinik itu,dari pada ada masalah khususnya yang menimpa  ibu-ibu diunggah ke Facebook,lebih baik kan berkonsultasi ke kita",harapnya,seraya mengatakan bahwa untuk dibidang KB, Kasinya  berlatar belakang Bidan.***(Halim/Agus/LKBK65).

Gambar: Rustami, Kadis Sosial,Perlindungan Anak,Perempuan dan Kelurga Berencana ‎Kabupaten Ketapang.***(Foto:LKBK65).
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___

Wanita Hamil Bukan Karena Suaminya,Tapi Atas Izin Allah, Suami Hanya Sebagai Sponsor

MANIS MATA-Tausiyah Ustadzah Mumpuni Handayayekti mendapat sambutan yang luar biasa dari para jamaah Daarunnisaa' dalam pengajian rutin di Lapangan BKE km 12 PT.Harapan Sawit Lestari,Kecamatan Manis Mata,Ketapang,Kalimantan Barat.

Ustadzah Mumpuni Handayayekti yang berumur 21 tahun ini merupakan juara pertama program dakwah Indosiar tahun 2014 lalu, dan saat ini Munpuni masih kuliah di Univ Islam Negeri, mampu berdakwah dengan sangat komunikatif di hadapan ribuan jamaah para staff dan karyawan perusahaan PT.HSL,PT.ISK,PT.Poliplant Group,tokoh masyarakat,tokoh agama serta Muspika Manis Mata,Minggu (08/01/2017),dengan tema Akhlakul Karimah Menuju Kebahagiaan Dunia Akhirat.

“Setiap kita ini adalah pengganti generasi sebelumnya. Dan kita pun nanti akan digantikan oleh generasi penerus. Oleh karena itu tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya selagi ada waktu dan kesempatan”,kata Ustadzah Mumpuni dalam tausiahnya.

Menurut Ustadzah Mumpuni,bahwa kebaikan,maupun keburukan yang kita tanam saat ini akan dikenang oleh generasi berikutnya.Manusia mau taat kepada Allah atau tidak, maka tak ada untung-rugi bagi Allah. Justru kita yang butuh kepada Allah.Misalnya wanita hamil. Itu bukan karena suaminya, akan tetapi atas izin Allah. Suami hanya sebagai sponsor saja.

“Kalau dianalogkan dengan orang tua kita yang berjuang dan berkorban untuk membesarkan kita dan menyekolahkan kita. Lalu kalau kita dipanggil oleh beliau, kita tidak mematuhi,kira-kira bagaimana perasaan orang tua ? Sedangkan Allah tetap mengasihi hamba-Nya. Tapi sudahkah hamba-Nya mematuhi perintah-Nya ?”,tanya Ustadzah Mumpuni.

Selanjutnya,kata Mumpuni, bahwa pokok atau kepala ibadah itu adalah sholat pada waktunya. Jadi, muslim yang tidak sholat, ibarat tubuh tak berkepala. Orang yang rutin sholat, juga akan disiplin dalam pekerjaannya.

“Amalan sholat tercermin dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya mulut kita dibersihkan. Maksudnya omongan kita harus yang baik-baik saja, Jangan suka menggunjing tetangga, misalnya”,kata Mumpuni.

Kemudian lanjut Ustadzah Mumpuni, bahwa orang yang tidak sholat berarti sombong.Yang nggak tutup aurat berarti masih primitif. Sekarang buah nangka saja di pokok nya dijaketin. Anak remaja koq rambutnya kena wereng. Ada juga tamat SMP yang hamil di luar nikah. “Sebagai orang tua kita harus mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Kenapa beli rokok kita sanggup, tapi bayar pendidikan agama di Madrasah banyak yang nunggak ?”ujar Ustadzah Mumpuni dalam tausiahnya, seraya berharap bahwa efek dari pengajian tersebut bisa dilihat setelah selesai. Bukan dari jumlah jamaah yang datang,dan semoga dengan pengajian ini dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Sementara itu senior Estate Manager Region Timur PT.HSL,Ir.Budiono,dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan ini adalah untuk menjalin silaturahmi antara pimpinan,staff, sesama karyawan dan masyarakat sekitar perusahaan.

Lebih jauh lagi Budiono mengingatkan kepada seluruh karyawan untuk bekerja dengan baik karena bekerja adalah ibadah, “mari kita berlomba untuk melakukan kebaikan”,katanya. ***(HM/LKBK65).

Gambar: Ustadzah Mumpuni Handayayekti saat menyampaikan tausiah,dan jamaah pengajian Daarunnisaa'.***(Ist).
___

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___